Vice President Business Development Blue Bird Group Noni Purnomo menjelaskan keberadaan seragam batik ini ditujukan sebagai wujud tanggungjawab dan kewajiban turut mendukung program pemerintah menghargai dan menjaga aset budaya Indonesia.
Batik merupakan kebudayaan Indonesia. Dan Blue Bird Group merupakan perusahaan transportasi asli Indonesia. Keberadaan batik sebagai seragam Blue Bird Group didasari atas kecintaan terhadap kebudayaan tersebut dan kemudian dijadikan seragam koorporat.
Maka dikenalah kemudian sebagai batik Blue Bird, sebagai upaya meningkatkan penampilan dan pelayanan Blue Bird Group dengan aplikasi ragam hias batik sebagai simbol peningkatan kualitas pelayanan prima di tahun 2010.
Pemilihan batik bllue bird ini tidak saja
sebagai bagian pelestarian budaya Indonesia, tetapi juga nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian diharapkan karyawan dapat bersemangat dalam menjalankan tugas kesehariannya.
Vice President Business Development Blue Bird Group Noni Purnomo menjelaskan keberadaan seragam batik ini ditujukan sebagai wujud tanggungjawab dan kewajiban turut mendukung program pemerintah menghargai dan menjaga aset budaya Indonesia. “Sebagai perusahaan yang asli Indonesia, inilah upaya kami ikut melestarikan kekayaan budaya bangsa ini agar tetap menjadi milik bangsa Indonesia,” ujarnya.
“Dua tahun sebelum peluncuran seragam batik Blue Bird Group, saya sudah berkonsultasi dengan Chossy Latu dan Danar Hadi. Sebab motif batik itu punya filosofinya dan tidak sembarangan dibuat,” bebernya. “Blue Bird Group juga memiliki filosofi tersendiri yakni kejujuran, kerja keras, dan disiplin serta kekeluargaan. Dari hal tersebut kita ingin memberikan kemakmuran bagi owner, karyawan, maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.
Fashion designer Chossy Latu sebagai konsultan fashion dan Danar Hadi sebagai produsen seragam batik koorporat Blue Bird Group didaulat untuk menyelesaikannya.
“Desain seragam batik mengambil dari filosofi kami tersebut. Seperti contohnya di bagian bawah baju seragam terdapat pondasi dalam motif burung biru atau Blue Bird. Kemudian ada motif butir-butir padi sebagai perlambang kemakmuran. Ada juga motif sulur-sulur sebagai perlambang kemakmuran yang tumbuh berkembang secara menjalar. Itu sesuai dengan arti dan makna Blue Bird yang artinya burung pembawa kebahagiaan.”
“Beberapa kali contoh desain bolak-balik dirubah hingga sampai pada desain batik yang diinginkan,” tuturnya menceritakan proses pembuatan seragam batiknya itu. Fashion designer Chossy Latu sebagai konsultan fashion dan Danar Hadi sebagai produsen seragam batik koorporat Blue Bird Group didaulat untuk menyelesaikannya. “Ketika dipakai oleh karyawan kami, mereka merasa bangga dan tumbuh semangat baru.”
Kebanggaan itu kini berbalut pada tiap karyawannya, terutama para pengemudi taksi Blue Bird Group. Kepribadian orang Indonesia dan perusahaan asli Indonesia turut terdongkrak dengan kebanggaan tersebut. “Itu wujud kebanggaan kami sebagai orang Indonesia,” pungkasnya.
Sumber: Majalah BATIK On Fashion

