Jakarta — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kemendikdasmen, merangkul berbagai pemangku kepentingan untuk menyukseskan kebijakan, strategi, dan program penguatan fungsi kebahasaan dan kesastraan.

Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menegaskan komitmen mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui empat program prioritas, yakni kedaulatan Bahasa Indonesia, peningkatan kecakapan literasi, revitalisasi bahasa daerah, dan penginternasionalisasian Bahasa Indonesia.
“Keberhasilan program itu akan terwujud dengan bantuan seluruh pihak,” ujar Hafidz dalam kegiatan Diseminasi Program Kebahasaan dan Kesastraan bersama DPR RI di Jakarta, Jumat (29/8).
Menurutnya, revitalisasi bahasa daerah menjadi langkah penting menjaga warisan budaya, sementara program literasi diarahkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Di sisi lain, penginternasionalisasian Bahasa Indonesia terus diperkuat agar semakin dikenal di kancah global.
Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menyatakan pencapaian bahasa Indonesia sebagai bahasa ke-10 di UNESCO sangat membantu diplomasi internasional. “Hal ini membawa citra positif bagi bangsa Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan dinamika penggunaan Bahasa Indonesia tidak boleh mengurangi kewajiban pemakaiannya di ranah resmi, terutama dalam kepentingan nasional, acara kenegaraan, maupun forum formal.
Kegiatan diseminasi ini diikuti guru-guru DKI Jakarta, pegiat bahasa dan sastra, sastrawan, komunitas literasi, serta instansi terkait.

