Di balik senyum percaya diri dan gaya profesionalnya sebagai seorang praktisi komunikasi senior, karier Corporate Marketing Communications Manager PT Intiwhiz International, Ari Eka Putri justru bermula jauh dari dunia yang ia geluti saat ini. Ia memulai kariernya di jalur farmasi, sebagai seorang asisten apoteker.

Berawal dari Farmasi, Berlabuh ke Komunikasi
Atas dorongan orang tua, Ari remaja masuk ke sekolah Asisten Apoteker binaan Departemen Kesehatan. Ia termasuk segelintir dari ribuan pendaftar yang berhasil lolos—hanya 40 orang yang diterima. Namun, setelah bekerja di rumah sakit dan pabrik farmasi, ia merasa ada sesuatu yang belum “klik” dengan jiwanya.
Hingga suatu hari, sosok Rae Sita Supit—mantan artis yang bertransformasi menjadi seorang PR di Hotel Sahid Jaya—membuka mata dan inspirasinya. Ada daya tarik tersendiri dari dunia komunikasi: citra, keanggunan, serta kemampuan membangun relasi. Dari situlah titik balik dimulai.
Dengan tekad dan keyakinan, Ari memutuskan melanjutkan pendidikan D3 Ilmu Komunikasi di Interstudi Jakarta. Di sanalah pondasi baru kariernya dibangun.
Menemukan Chemistry di Dunia Perhotelan
Kariernya di industri perhotelan dimulai dari posisi sales. Namun, bakat komunikasinya mendorongnya cepat beradaptasi. Ia kemudian menjabat sebagai Public Relations di Hotel Ciputra Jakarta, dan melanjutkan kiprah di berbagai hotel ternama seperti Harris Kelapa Gading, Hotel Santika, hingga PP Property Tbk.
Selama lebih dari 15 tahun, ia menapaki dunia perhotelan, khususnya dalam bidang Marketing Communications. Tak hanya mengasah kemampuan komunikasi, ia juga belajar menghadapi tantangan nyata, termasuk menangani krisis komunikasi yang berisiko pada reputasi brand hotel.
Salah satu momen krusial adalah saat menghadapi kasus kematian tamu di sebuah hotel. Meski kejadian itu berada di luar tanggung jawab hotel, media lokal memberitakan seolah-olah ada kelalaian dari pihak hotel. Di sinilah ketenangan, strategi, dan kepekaan komunikasi diuji. Berkat pendekatan yang tepat, Ari dan timnya berhasil menangani isu itu dengan elegan.

Bertumbuh Bersama Intiwhiz
Sejak 2022, Ari bergabung dengan Intiwhiz, jaringan hotel dengan lebih dari 23 properti di berbagai kota di Indonesia. Ia mengemban tanggung jawab besar: menyusun strategi komunikasi dan pemasaran untuk brand hotel dari bintang dua hingga lima.
Sebagai Marcomm Director, ia tak hanya mengurus citra perusahaan, tapi juga membangun sinergi dengan tim Gen Z yang penuh ide dan energi. Gaya kepemimpinannya yang terbuka, adaptif, namun tetap tegas, menjadikannya panutan dan “ibu” bagi banyak anggota tim muda.
“Buat saya, personal branding itu kunci. Kita tak bisa memasarkan brand perusahaan kalau belum bisa membangun citra diri sendiri,” tegasnya.
Gaya Hidup yang Mencerminkan Profesi
Wanita kelahiran 1976 ini mengaku sebagai sosok yang selalu menjaga penampilan, bahkan saat di luar jam kerja. Ia enggan tampil sembarangan di tempat umum. “Sebagai orang komunikasi, penampilan kita adalah bagian dari komunikasi nonverbal. Itu juga bentuk penghormatan terhadap profesi,” katanya.
Ia memegang filosofi hidup yang sederhana namun kuat: “Selalu menjadi diri sendiri, tetap positif, dan berusaha menjadi inspirasi untuk orang lain.”

Cinta Batik dan Dukungan pada Perajin Lokal
Di tengah kesibukannya, Ari menyimpan cinta besar pada batik, terutama batik kontemporer. Ia rajin membeli batik saat kunjungan kerja, dan percaya bahwa batik bisa tampil kasual, modern, dan kekinian.
Lebih dari sekadar pemakai, ia adalah pendukung aktif pelestarian batik. Ia menyuarakan pentingnya inovasi desain agar batik diminati generasi muda. Ia juga mendorong kolaborasi antara perajin batik dengan UMKM dan sektor perhotelan.
Intiwhiz sendiri menyediakan “UMKM Corner” di banyak hotelnya untuk memasarkan produk-produk lokal, termasuk batik. Ini adalah bentuk nyata dari sinergi antara industri pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.
“Para perajin jangan menyerah. Inovasi adalah kunci. Buat batik yang bisa dipakai anak muda ke kampus atau hangout. Saya percaya batik akan tetap hidup, asal kita terus merawatnya,” tuturnya penuh semangat.
Dari Farmasi, Kini Menginspirasi
Kisah Ari Eka Putri membuktikan bahwa perubahan arah bukanlah kegagalan, melainkan keberanian. Dari dunia farmasi ke panggung komunikasi, dari pemalu menjadi pemimpin yang penuh percaya diri, ia terus tumbuh, belajar, dan menginspirasi.
Baginya, setiap langkah adalah peluang untuk memperluas makna hidup. Dan melalui pekerjaan, kepemimpinan, serta cintanya pada batik, ia mewujudkan satu hal yang selalu ia pegang: menghidupkan nilai di balik profesi.
Foto: Kuncoro Widyo Rumpoko

