Lembu Peteng adalah nama lain dari Raden Bondan Kejawan, yang merupakan putra Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit, dengan seorang selir bernama Wandan Kuning. Ia memiliki peran penting dalam sejarah Jawa karena menjadi leluhur raja-raja Mataram Islam.
Asal-usul Lembu Peteng
- Ia lahir dari hubungan Prabu Brawijaya V dengan Wandan Kuning.
- Karena berasal dari seorang selir, ia tidak mendapat pengakuan sebagai putra mahkota Majapahit.
- Sejak kecil, ia disembunyikan dan diasingkan dari istana untuk menghindari konflik politik.
Pola Asuh dan Kehidupan
- Bondan Kejawan (Lembu Peteng) dibesarkan oleh Ki Buyut Masahar dan kemudian diasuh oleh Ki Ageng Tarub.
- Ia menikahi Nawangsih, putri Ki Ageng Tarub, dan dari keturunannya lahir tokoh-tokoh penting, termasuk Ki Ageng Selo, yang menjadi leluhur raja-raja Mataram Islam.
Makna Nama “Lembu Peteng”
- “Lembu” dalam tradisi Jawa sering diartikan sebagai simbol kekuatan dan ketabahan.
- “Peteng” berarti gelap atau tersembunyi, yang bisa melambangkan kehidupannya yang jauh dari pusat kekuasaan dan misterius.
Warisan dan Pengaruh
Lembu Peteng atau Bondan Kejawan tidak berperan langsung dalam pemerintahan, tetapi keturunannya menjadi tokoh penting dalam sejarah Islam di Jawa. Dari garis keturunannya, lahir raja-raja Kesultanan Pajang, Mataram Islam, dan Kasunanan Surakarta serta Kesultanan Yogyakarta.
Meskipun terdapat berbagai versi cerita dalam Babad Tanah Jawi dan naskah-naskah lain, sosok Lembu Peteng tetap dianggap sebagai salah satu leluhur penting dalam sejarah Nusantara.

