https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Batik Printing Hambat Batik Asli

Foto: Dok. Batiklopedia
Batik Printing
Foto: Dok. Batiklopedia

Pernah mendengar istilah batik printing? Atau juga disebut tekstil motif batik atau kain motif batik?

Keberadaan batik tulis dan cap sudah sejak lama bersanding dan berseteru dengan keberadaan jenis batik ini. Batik printing diproses dengan mesin modern seperti kebanyakan produk tekstil umumnya. Kemudian motif yang terdapat pada kain dibuat dengan cara dicetak mesin tanpa melalui proses membatik yang cara kerjanya sangat manual dan cenderung memproduksi layaknya barang seni.

Keberadaan batik printing didorong oleh kebutuhan konsumen awam yang menginginkan busana batik tanpa harus mengetahui seluk-beluk dari definisi batik itu sendiri. Sekali produksi dalam sehari jauh lebih banyak ketimbang memproduksi batik tulis atau cap yang bisa berhari-hari bahkan berbulan-bulan jadi.Terlebih ketika produk batik printing ini dilirik oleh Cina dan kemudian memasukkan produk-produk batiknya dijual di Indonesia lebih murah dari batik printing buatan lokal.

Harga yang jauh lebih murah dan produksi yang jauh lebih cepat dan banyak, membuat batik printing langsung populer sebagai sandang yang terjangkau penggunaannya. Di sisi lain, mengulang istilah batik sendiri, adalah proses dari pembuatan kain batik itu sendiri. Pengetahuan yang tidak semua konsumen tahu, karena batik sering diidentikkan dengan produk, membuat batik printing berkembang pesat.

Perajin batik Garut di era 80-an ketika terancam produksi batik tulisnya, menyiasati dengan membuat batik printing dengan motif khas Garut untuk menyaingi batik printing asal Cina. Hal yang sama dilakukan oleh salah-satu perajin batik Besurek asal Bengkulu yang pada tiap pameran yang diikutinya lebih suka menjual batik printing motif Besurek dengan alasan lebih cepat laku daripada memampang batik tulisnya. “Batik tulis ada pangsanya sendiri, kami menyediakan juga. Batik printing ditujukan untuk memperkenalkan motif khas kami agar masyarakat dapat membelinya dan lekas tahu,” ujar perajin batik Bengkulu yang enggan disebut namanya tersebut.

Perajin batik asli yang tergabung dalam Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan, Jawa Tengah, baru-baru ini mendesak kembali pemerintah daerahnya untuk memberikan pengaturan khusus bagi perajin kain bermotif batik cetak atau printing untuk melindungi produk kerajinan batik asli.

Ketua Paguyuban Pecinta Batik Pekalongan, Fatchiyah A. Kadir mengatakan bahwa pengrajin batik asli merasa belum mendapatkan perlindungan dari Pemda dari ancaman merebaknya kain bermotif batik di pasaran. “Para pengusaha merasa belum ada perlindungan yang kuat untuk menjaga keberadaan batik asli di pasaran. Kami melihat banyak toko atau pengusaha batik printing justru memasang nama, bahkan mempromosikan diri sebagai penjual batik asli,” ujarnya, Kamis (12/5/2016).

Hal tersebut diakuinya telah sering menyampaikan hal tersebut kepada Pemkot Pekalongan namun belum ada tindak-lanjut nyata. Ia berharap seharusnya Pemkot memberikan pengaturan khusus kepada pelaku produk kain bermotif batik agar tidak mengancam keberadaan batik asli.

Mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel sempat mencetuskan akan memperketat impor batik printing asal Cina dan hanya pengusaha lokal saja yang dilindungi. Hal tersebut sempat diutarakan pada Yayasan Batik Indonesia. Namun hingga masa jabatannya digantikan oleh Thomas F. Lembong, hal tersebut masih berupa wacana dan belum terealisasi.

 

Sumber Tambahan: Antara

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

operasi plastik

“Revisi” Penampilan Hidung Via Operasi Plastik

fashion

Jika Fashion Menjadi Program Diplomasi Bilateral RI – Australia