https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Globalisasi Kriya Indonesia Di INACRAFT 2016

inacraft 2016

Berlangsung dari 20 – 24 April, Pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2016 usai digelar. Berdasarkan laporan dari penyelenggaranya, INACRAFT 2016 mengunggulkan produk fashion lokal sebagai juara di pameran kerajinan tersebut kali ini. Ditambahkan pula bahwa batik menjadi produk paling banyak diburu oleh pengunjung. “Paling banyak dicari fashion terutama batik. Kalau pameran di Inacraft batik mencapai 40%, animonya bagus. Masyarakat kebutuhan akan batik besar,” terang Staf Promosi PT Mediatama Bina Kreasi, Icok Dehit Siburian di JCC Jakarta.

Mengusung tema Sumatera Barat, pameran ini mencatat transaksi retail Rp 84,1 miliar dari transaksi kontak dagang hingga US$ 6,2 juta atau setara Rp 80,6 miliar. Total dalam keseluruhan hari yang digelar, nilai transaksi retail dan kontrak dagang INACRAFT 2016 mencapai Rp 167, 7 miliar. Nilai ini meningkat 7% dari tahun lalu dan menyedot pengunjung hingga 200 ribu orang.

Perolehan tersebut bisa disebabkan dari masyarakat global yang sangat menghargai kreasi perajin Indonesia. Di kawasan ASEAN sendiri dalam kurun lima tahun terakhir tren ekspor mengalami kenaikan yang cukup besar. “Tren ekspor produk kerajinan di ASEAN dalam kurun waktu lima tahun terakhir terus meningkat sebesar 27,83% dengan nilai ekspor pada 2015 sebesar USD 74,24 juta,” tegas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Nus Nuzulia Ishak saat pidato pembukaan INACRAFT 2016, 20 April lalu.

Nus melanjutkan bahwa industri kreatif Indonesia harus lebih meningkatkan daya saing di kancah internasional. Kerajinan memiliki potensi besar di pasar global dan memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Sejumlah negara menjadi pasar utama produk kerajinan, seperti Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Jerman, dan Inggris. Hingga 2014, Indonesia menjadi penyuplai utama kerajinan dunia dari ASEAN dan peringkat 12 dunia. Sementara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) masih mendominasi sebesar 50,77% dari suplai produk kriya dunia.

INACRAFT menjadi kesempatan berharga dan kekuatan penting bagi para pelaku industri kreatif kerajinan Indonesia dalam menghadapi MEA. Tak hanya lewat pameran, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) selaku penyelenggara juga memotivasi pengembangan kreativitas para perajin Indonesia dalam satu bentuk apresiasi kepada para peserta pameran atas karya terbaik anak bangsa di bidang produk kerajinan melalui INACRAFT Awards.

“Penghargaan tersebut diberikan untuk menstimulasi para perajin, khususnya peserta INACRAFT, agar dapat menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas. Selain itu juga mendorong inovasi penciptaan desain produk yang lebih menarik dan unik tanpa menanggalkan ciri khas budaya Indonesia,” ujar Nus.

Dalam pameran tersebut, Kementerian Perdagangan RI mendirikan Paviliun “Trade with Remarkable Indonesia” yang menyajikan ragam produk unggulan Indonesia. “Ide yang diramu dengan baik oleh para perajin merupakan hasil gabungan dari kreativitas,
inovasi, bakat, dan keterampilan yang didukung oleh perkembangan teknologi yang ramah
lingkungan. Itu salah satu modal membangun citra positif Indonesia di mata dunia,” ujar Dirjen Nus.

Pada pameran berikutnya, Inacraft akan mengusung tema Yogyakarta dan direncanakan akan berlangsung pada bulan April 2017.
Sumber:
http://www.kemendag.go.id/
http://finance.detik.com/read/2016/04/24/184530/3195454/4/pagelaran-inacraft-2016-berakhir-transaksi-tembus-rp-164-miliar

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Iwan Tirta Keluarkan Motif Klasik Kumudowati Untuk Peringati Kartinian

batik khas indonesia

Senyum Dan Batik Khas Indonesia Ditularkan Untuk Dunia Oleh Pasukan Garuda