https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Senyum Dan Batik Khas Indonesia Ditularkan Untuk Dunia Oleh Pasukan Garuda

Foto: kabarhukum.com
batik khas indonesia
Foto: kabarhukum.com

Batik khas Indonesia bisa menjadi alat perdamaian dunia?

Kehadirannya jauh dari tanah air ditujukan untuk menjaga dan melindungi masyarakat lokal di daerah konflik. Tugasnya dapat berpindah-pindah, dari satu negara konflik ke negara konflik lainnya. Namun demikian, Pasukan Garuda dari TNI tidak menunjukkan kegarangan di balik baju dan peralatan militernya. Justru mereka berbaur ke masyarakat setempat untuk memberikan rasa aman yang lebih.

Tak heran jika Pasukan Garuda selalu mendapatkan tempat di hati warga daerah konflik tempat dimanapun mereka bertugas. Sikap ramah dan bersahabat merupakan bagian dari tugasnya dan mampu meredakan rasa takut masyarakat. Selain bertugas menjaga keamanan, Pasukan Garuda melakukan hal-hal bermanfaat lainnya seperti membantu membangun fasilitas umum seperti bangunan sekolah atau jalan raya.

Rasa sayang masyarakat yang dilindunginya bertambah ketika Pasukan Garuda yang tengah bertugas di Afrika Tengah baru-baru ini dengan secara simpatik membagikan baju batik bagi warga lokal. Total ada 2000 baju batik khas Indonesia yang dibagikan untuk warga M’poko dan PK 5 di Kota Bangui. Komandan Kontingen Letkol Czi Denden Sumarlin beralasan warga Afrika Tengah sangat membutuhkan perhatian dan dukungan agar mereka dapat membangun kembali negaranya.

“Melalui pemberian baju batik ini, kami memperkenalkan batik Indonesia di Benua Afrika khususnya Republik Afrika Tengah. kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan CIMIC (Civil Military Coordination) yang dilakukan oleh Satgas Garuda di Minusca, agar mendapat tempat di hati masyarakat Afrika Tengah,” ujar Letkol Deden.

Di Sudan, Afrika Utara, Pasukan Garuda yang tengah menjaga keamanan di Kota Darfur tak luput memberikan rasa simpatiknya dengan memberikan baju muslim dan Al Quran untuk warga lokal yang mayoritas beragama Islam. Dansatgas Indobatt Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto mengatakan kehadiran Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda di Darfur harus dapat lebih memberikan kesan yang positif kepada masyarakat.

“Prajurit Garuda harus dapat menjalankan tugas sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian Misi PBB di Darfur-Sudan, Afrika Utara, sebaik mungkin dan hindari pelanggaran sekecil apapun, karena pelanggaran sekecil apapun dapat merugikan diri sendiri dan nama baik Bangsa Indonesia,” jelas Letkol Inf Singgih. Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-B/Unamid yang berjumlah 800 personel, merupakan satgas kedua TNI yang bertugas untuk misi PBB di Darfur Afrika, dengan masa tugas selama satu tahun hingga 2017.

Ini bukti bahwa selain misi militer, TNI tak lupa mengemban misi kebudayaan yang menjadi kekuatan Indonesia yang sarat dengan tradisi dan budaya.

 

Sumber: http://www.akarnews.com/2928-di-manapun-warga-daerah-konflik-sayang-kepada-pasukan-garuda#prettyPhoto

 

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

inacraft 2016

Globalisasi Kriya Indonesia Di INACRAFT 2016

AADC 2

AADC 2 – Ego Yang Berdamai Di Kota Batik Jogja