Jakarta – Indonesia dan Prancis menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui kerja sama strategis yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, skema pendanaan, produksi bersama, hingga pelestarian warisan sinema. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dengan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone beserta perwakilan Centre National du Cinéma et de l’Image Animée (CNC) Prancis di Jakarta, Jumat (10/7).
Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Borobudur atau Joint Cultural Strategy yang disepakati Presiden Republik Indonesia dan Presiden Prancis pada Mei 2025, serta hasil pertemuan bilateral kedua menteri kebudayaan di Paris pada April 2026. Kerja sama tersebut menempatkan sektor perfilman dan audiovisual sebagai salah satu pilar utama hubungan budaya kedua negara.
Fadli Zon mengatakan industri film memiliki potensi besar untuk menghadirkan dampak nyata dari kemitraan budaya Indonesia dan Prancis. Selain menjaga warisan sinematik melalui pengarsipan dan restorasi, pemerintah juga berupaya memperkuat regenerasi sineas melalui berbagai program pengembangan talenta.
Dalam pembahasan tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah agenda prioritas, meliputi penguatan tata kelola perfilman, pengembangan sumber daya manusia, skema pendanaan berkelanjutan, produksi bersama (co-production), pengembangan industri animasi, perlindungan kekayaan intelektual, serta pelestarian arsip dan restorasi film.
Fadli Zon juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kelembagaan perfilman nasional, termasuk melalui penguatan peran Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang baru terbentuk kepengurusannya. Pemerintah juga tengah menjajaki pembentukan dana abadi atau skema pendanaan jangka panjang dengan menjadikan pengalaman CNC Prancis sebagai salah satu referensi.
Sebagai tindak lanjut kerja sama, Indonesia–France Film Lab edisi ketiga akan digelar pada November 2026 di Yogyakarta dalam rangkaian JAFF Market. Program tersebut menghadirkan lokakarya penulisan skenario serta pendampingan langsung dari La Fémis, sekolah film terkemuka di Prancis, bagi sineas Indonesia. Sementara itu, CNC juga akan menyelenggarakan forum co-production perdana di Paris pada Desember 2026 yang mempertemukan pelaku industri perfilman dari kedua negara.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyambut baik komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama budaya. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mendukung lahirnya karya-karya lokal sekaligus memperkuat lembaga pelestarian film di tengah dinamika industri global.
Melalui kemitraan ini, Indonesia dan Prancis berharap dapat memperluas akses sineas muda ke jejaring internasional, memperkuat kelembagaan perfilman, melestarikan warisan sinema, serta mendorong pertumbuhan industri budaya yang berkelanjutan dan memiliki daya saing global.

