https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Perada Batik Tampilkan Keindahan Batik Prada di Puspa Nuswantara 2026

Perada Batik karya Syamsul Huda hadir di Puspa Nuswantara 2026 membawa batik prada, inovasi batik Pekalongan bernilai seni tinggi.
Perada Batik karya Syamsul Huda hadir di Puspa Nuswantara 2026 membawa batik prada, inovasi batik Pekalongan bernilai seni tinggi.

Jakarta – Di antara ratusan karya batik yang menghiasi Pameran Puspa Nuswantara 2026, booth Perada Batik menjadi salah satu sudut yang menarik perhatian pengunjung. Kilau lembut warna emas yang menghiasi setiap helai kain menghadirkan kesan elegan, sekaligus mengingatkan bahwa inovasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang batik Indonesia.

Perada Batik merupakan rumah batik asal Pekalongan yang didirikan oleh Syamsul Huda pada 2011. Dalam pameran yang digelar Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) tersebut, Perada Batik menghadirkan koleksi batik prada yang memadukan teknik membatik tradisional dengan sentuhan akhir berwarna emas dan perak.

Keikutsertaan Perada Batik di Puspa Nuswantara 2026 menjadi bagian dari semangat pameran yang mengangkat kekayaan wastra Nusantara sekaligus memperlihatkan bagaimana batik terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

Batik prada sendiri memiliki perjalanan sejarah yang menarik. Inovasi ini mulai berkembang pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an ketika industri batik menghadapi persaingan ketat dari batik printing yang diproduksi secara massal dengan harga lebih terjangkau. Untuk mempertahankan daya saing, para perajin Pekalongan melakukan berbagai terobosan, mulai dari batik sutra, batik emboss, hingga batik prada yang kini menjadi salah satu produk unggulan daerah tersebut.

Keistimewaan batik prada terletak pada proses penyelesaian akhirnya. Setelah melalui tahapan membatik dan pewarnaan seperti batik pada umumnya, pembatik mengaplikasikan lapisan warna emas atau perak pada bagian-bagian tertentu dari motif. Sentuhan tersebut bukan sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga mempertegas detail ornamen sehingga menghasilkan karya tekstil yang mewah tanpa menghilangkan karakter batik tradisional.

Bagi Syamsul Huda, batik prada menjadi bukti bahwa inovasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Melalui Perada Batik, ia terus mengembangkan motif-motif klasik seperti Parang, Kawung, serta ragam motif pesisiran dengan pendekatan desain yang lebih kontemporer agar tetap diminati oleh generasi muda maupun pasar internasional.

Perada Batik karya Syamsul Huda hadir di Puspa Nuswantara 2026 membawa batik prada, inovasi batik Pekalongan bernilai seni tinggi.
Perada Batik karya Syamsul Huda hadir di Puspa Nuswantara 2026 membawa batik prada, inovasi batik Pekalongan bernilai seni tinggi.

Seluruh koleksi Perada Batik tetap dikerjakan menggunakan teknik batik tulis dan batik cap. Nilai artistik setiap lembar kain juga dipertahankan melalui proses pengerjaan yang teliti, terutama pada tahap aplikasi prada yang membutuhkan ketepatan dan kesabaran tinggi. Tidak heran apabila batik prada memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan batik biasa karena setiap kain merupakan hasil karya yang dikerjakan secara manual.

Konsistensi tersebut membawa Perada Batik tampil di berbagai pameran nasional, termasuk INACRAFT, serta memperkenalkan batik Indonesia ke sejumlah negara di Asia dan Eropa. Kehadirannya di Puspa Nuswantara 2026 semakin menegaskan komitmen Syamsul Huda untuk menjadikan batik bukan hanya sebagai produk fesyen, tetapi juga karya seni yang terus hidup dan berkembang. Melalui ajang ini, Perada Batik menunjukkan bahwa sentuhan prada bukan sekadar lapisan emas pada kain. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kreativitas para pembatik Indonesia dalam menjaga warisan budaya agar tetap relevan di tengah perubahan industri mode global. Pameran Puspa Nuswantara 2026 pun menjadi ruang yang mempertemukan tradisi, inovasi, dan apresiasi terhadap karya-karya terbaik batik Nusantara.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Komarudin Kudiya dan Afif Syakur meluncurkan buku Batik Tiga Negeri untuk mendokumentasikan sejarah dan filosofi batik legendaris.

Komarudin Kudiya dan Afif Syakur Luncurkan Buku Batik Tiga Negeri

Indonesia dan Prancis menyiapkan langkah konkret memperkuat ekosistem perfilman melalui pendanaan, talenta, dan produksi bersama.

Indonesia-Prancis Perkuat Ekosistem Perfilman Lewat Kerja Sama Strategis