https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Film Foufo Angkat Budaya Madura, Teuku Riefky Harsya Apresiasi Karya Bayu Skak dan Talenta Lokal

Film Foufo diapresiasi Teuku Riefky Harsya karena mengangkat budaya Madura, melibatkan talenta lokal, dan memperkuat ekonomi kreatif.
Film Foufo diapresiasi Teuku Riefky Harsya karena mengangkat budaya Madura, melibatkan talenta lokal, dan memperkuat ekonomi kreatif.

Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi terhadap film Foufo garapan SKAK Studios dan SinemArt yang dinilai berhasil mengangkat budaya lokal Madura menjadi karya perfilman dengan potensi ekonomi kreatif yang kuat. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri gala premiere film Foufo di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Menurut Teuku Riefky, film yang disutradarai Bayu Skak itu menjadi contoh nyata bagaimana kekayaan budaya daerah dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah sekaligus memperkuat industri perfilman nasional.

“Kami mengapresiasi upaya Mas Bayu bersama SKAK Studios dan SinemArt yang menghadirkan film dengan mengangkat kearifan lokal Madura. Tahun lalu Mas Bayu datang memperkenalkan Foufo. Hari ini komitmen tersebut telah terwujud menjadi sebuah karya yang siap dinikmati masyarakat. Ini membuktikan bahwa cerita dari daerah mampu menjadi tontonan yang menarik sekaligus memiliki potensi ekonomi,” ujar Teuku Riefky.

Dukungan pemerintah terhadap Foufo telah diberikan sejak tahap pengembangan melalui serangkaian audiensi yang membahas peluang kolaborasi strategis. Pembahasan tersebut meliputi penguatan Intellectual Property (IP), fasilitasi kolaborasi lintas sektor, hingga perluasan promosi film agar menjangkau masyarakat lebih luas.

Produksi film Foufo juga menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan sumber daya daerah. Sekitar 90 persen pemain dan kru berasal dari talenta lokal, yang sebagian besar merupakan pendatang baru di industri perfilman. Selain itu, proses pengembangan karakter film melibatkan 120 animator dari Hompimpa Animworks Surabaya, sehingga memberikan ruang lebih besar bagi pelaku industri kreatif di daerah.

Teuku Riefky menilai pendekatan tersebut menjadi bukti bahwa budaya tidak hanya berfungsi sebagai warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk ekonomi kreatif melalui kreativitas, inovasi, dan teknologi.

“Budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dapat dihilirisasi melalui kreativitas, inovasi, dan teknologi sehingga memberikan manfaat ekonomi. Kami berharap semakin banyak sineas di berbagai daerah yang berani mengangkat kearifan lokal melalui karya-karya kreatif,” katanya.

Selain mengangkat budaya Madura, Foufo juga menggunakan dialog yang didominasi bahasa daerah. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat luas sekaligus memperkaya keragaman cerita dalam perfilman nasional.

Sutradara Foufo sekaligus Founder SKAK Studios, Bayu Skak, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan sejak awal pengembangan film. Menurutnya, berbagai fasilitasi yang diterima, termasuk membuka jejaring kerja sama dan dukungan produksi di daerah, memberikan dampak positif terhadap proses penyelesaian film.

“Visi membangun ekonomi kreatif dari daerah sangat selaras dengan apa yang kami lakukan melalui Foufo. Kami ingin membuktikan bahwa talenta di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkembang di industri perfilman Indonesia,” ujar Bayu.

Tak hanya diproduksi sebagai film layar lebar, Foufo juga dikembangkan sebagai Intellectual Property (IP) yang akan diperluas melalui berbagai produk turunan seperti merchandise dan aktivasi kreatif lainnya. Langkah ini diharapkan mampu memperpanjang siklus ekonomi karya sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif nasional.

Film Foufo dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Gala premiere tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi serta Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan, yang bersama-sama memberikan dukungan terhadap pengembangan karya kreatif berbasis budaya daerah.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Kisah keris nagasasra dan proses kreatif batik Sumedang

Mengenal Batik Sumedang Motif Keris Nagasasra: Warisan Pusaka Keraton Sumedang Larang yang Sarat Filosofi

NuArt Sculpture Park di Bandung diproyeksikan menjadi pusat seni dan budaya nasional sekaligus ruang kolaborasi bagi seniman.

NuArt Sculpture Park Diproyeksikan Jadi Pusat Seni dan Budaya Nasional, Nyoman Nuarta Siapkan Ruang Kolaborasi Seniman