https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Kemenperin Percepat Pemulihan 3.020 Industri Kecil Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kemenperin meluncurkan Program Restart IK untuk mempercepat pemulihan 3.020 industri kecil terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat pemulihan 3.020 pelaku industri kecil (IK) yang terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui Program Restart Industri Kecil (Restart IK). Program ini bertujuan membantu pelaku usaha kembali berproduksi, mempertahankan keberlangsungan usahanya, serta menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan percepatan pemulihan industri kecil merupakan bagian penting dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang tengah dilakukan pemerintah. Karena itu, Kemenperin berkomitmen mengoptimalkan berbagai sumber daya agar pelaku usaha memperoleh pendampingan dan fasilitasi yang tepat sasaran.

“Kami telah menerbitkan Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pemulihan Industri Kecil Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Instruksi tersebut menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Kementerian Perindustrian untuk bergerak cepat mengupayakan pemulihan pelaku industri kecil yang terdampak sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas usahanya,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7).

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satgas tersebut bertugas mengoordinasikan penyusunan kebijakan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Kemenperin juga menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta para pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan agar program pemulihan sesuai dengan kebutuhan riil pelaku industri kecil di masing-masing daerah sekaligus membuka peluang kemitraan dengan industri skala besar.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan program ini. Pemerintah daerah merupakan pihak yang paling memahami kondisi pelaku industri kecil di wilayahnya sehingga kami mendorong penyampaian data yang akurat agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Agus.

Berdasarkan pendataan hingga April 2026, sebanyak 3.020 industri kecil terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Aceh menjadi wilayah dengan jumlah pelaku usaha terdampak terbesar, yakni 2.148 unit usaha atau sekitar 71 persen dari total keseluruhan. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 649 unit usaha dan Sumatera Utara sebanyak 223 unit usaha.

Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, industri pangan menjadi yang paling terdampak dengan 1.321 unit usaha. Disusul sektor kimia, sandang, dan kerajinan sebanyak 876 unit usaha, furnitur dan bahan bangunan sebanyak 412 unit usaha, logam, mesin, elektronika, dan alat angkut sebanyak 374 unit usaha, serta industri aneka sebanyak 11 unit usaha.

Untuk mempercepat pemulihan, Kemenperin menyiapkan berbagai bentuk fasilitasi, antara lain bantuan mesin dan peralatan produksi, pemulihan akses pasar, fasilitasi pembiayaan melalui lembaga keuangan, hingga pendampingan peningkatan mutu produk melalui bimbingan teknis dan sertifikasi.

Program Restart IK akan dijalankan melalui dua pendekatan utama, yakni berbasis unit usaha dan berbasis Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM). Pendekatan pertama menyasar pelaku usaha yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB), sedangkan pendekatan kedua memanfaatkan Sentra IKM sebagai rumah produksi bersama bagi pelaku usaha yang belum dapat kembali beroperasi secara mandiri.

“Pendekatan tersebut dirancang agar industri kecil yang usahanya tidak lagi dapat beroperasi memperoleh alternatif solusi untuk kembali berproduksi. Di sisi lain, industri kecil yang masih berjalan akan diperkuat melalui dukungan akses pasar sehingga mampu menggerakkan kembali roda ekonomi daerah sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat,” jelas Agus.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menambahkan, implementasi tahap awal program akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah. Selain bantuan mesin, bahan baku, akses pasar, pembiayaan, sertifikasi halal, dan desain kemasan, Kemenperin juga membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna memperluas cakupan pemulihan industri kecil di wilayah terdampak.

Saat ini Kemenperin tengah mengajukan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan agar seluruh program pemulihan dapat berjalan optimal hingga 2028 sesuai Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu mempercepat kebangkitan industri kecil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Jakarta X Beauty 2026 dibuka Kementerian Ekraf, menghadirkan 400 brand dan menargetkan 120 ribu pengunjung untuk mendorong brand lokal go global.

Jakarta X Beauty 2026 Resmi Dibuka, 400 Brand Kecantikan Terlibat

Meta Deskripsi: Puspa Nuswantara 2026 mengangkat filosofi Batik Tambal sebagai simbol persatuan, harapan, dan pelestarian budaya batik Indonesia.

Abdul Syukur: Pameran Puspa Nuswantara 2026, Batik Tambal, dan Keberagaman Karya Seni Nusantara