Darwin – Kesenian batik Indonesia mendapat perhatian khusus dalam Program Hibah Komunitas (Community Grants Program) Pemerintah Kota Darwin, Australia. Salah satu penerima pendanaan tahun ini adalah organisasi Sahul & Sunda yang akan menyelenggarakan serangkaian lokakarya batik yang dipandu langsung oleh seniman Indonesia.
Program tersebut menjadi bagian dari alokasi dana sebesar 100.000 dolar Australia yang disediakan Pemerintah Kota Darwin untuk mendukung berbagai kegiatan komunitas yang memperkuat koneksi sosial, inklusi, dan partisipasi masyarakat.
Wali Kota Darwin, Peter Styles, mengatakan program hibah tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dengan jumlah pengajuan terbanyak dalam beberapa tahun terakhir.
“Pemerintah Kota Darwin mengalokasikan 100.000 dolar Australia melalui Program Hibah Komunitas untuk mendukung kegiatan dan acara yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Styles.
Ia menambahkan bahwa beragam proyek yang didanai mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas komunitas Darwin. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah lokakarya batik yang dipimpin oleh seniman Indonesia.
“Dalam putaran pendanaan kali ini, kami mendukung berbagai proyek, termasuk lokakarya batik yang dipimpin seniman Indonesia, pengalaman teater visual berbasis budaya Larrakia, kompetisi tari jalanan, serta kegiatan olahraga inklusif untuk generasi muda,” katanya.
Melalui dukungan hibah tersebut, Sahul & Sunda akan menyelenggarakan empat lokakarya batik yang terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan teknik membatik sekaligus mengeksplorasi hubungan budaya antara Australia Utara dan Indonesia melalui kesamaan pengetahuan botani yang dimiliki kedua wilayah.
Peserta akan mendapatkan kesempatan mempelajari proses pembuatan batik, mulai dari pengenalan motif hingga teknik dasar penciptaan pola. Selain itu, mereka juga akan diajak berkontribusi dalam penciptaan sebuah karya seni kolaboratif yang merepresentasikan hubungan budaya lintas negara.
Kehadiran program ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Australia. Batik yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda tidak hanya diperkenalkan sebagai produk tekstil, tetapi juga sebagai medium untuk berbagi pengetahuan, nilai budaya, dan kreativitas masyarakat Indonesia.
Selain program batik, Pemerintah Kota Darwin juga memberikan hibah kepada sejumlah organisasi lain. Darwin Community Arts akan menghadirkan Gunamidirra, sebuah pengalaman teater visual imersif yang mengangkat pengetahuan budaya masyarakat Larrakia. Sementara itu, M3 Dance akan menggelar NT Street Dance Festival yang menampilkan berbagai pertunjukan dan kompetisi tari jalanan.
Penerima hibah lainnya meliputi Dementia Alliance Darwin yang akan menyelenggarakan kegiatan jalan sehat untuk meningkatkan kesadaran mengenai demensia, Nigerian Association Northern Territory Australia dengan program dialog identitas budaya bagi generasi muda keturunan Afrika, serta Netball NT yang akan menggelar karnaval olahraga inklusif bagi masyarakat.
Melalui pendanaan tersebut, Pemerintah Kota Darwin berharap berbagai program yang didukung dapat memperkuat keterhubungan sosial sekaligus memperkaya kehidupan budaya masyarakat. Bagi Indonesia, dukungan terhadap lokakarya batik ini menjadi peluang strategis untuk memperluas apresiasi terhadap seni batik di tingkat internasional dan mempererat hubungan budaya antara kedua negara.
Sumber: https://www.miragenews.com/city-of-darwins-community-grant-recipients-1685471/
