Kabar duka menyelimuti dunia batik Indonesia. Maestro sekaligus sesepuh batik Jambi, Zainul Bahri, yang dikenal luas dengan panggilan Datuk Zainul, meninggal dunia pada Sabtu pagi (7/3/2026) dalam usia 65 tahun.
Kepergian tokoh budaya ini meninggalkan duka mendalam bagi para perajin, budayawan, serta masyarakat pecinta batik di Jambi. Selama hampir empat dekade, Datuk Zainul mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan dan mengembangkan batik Jambi agar tetap dikenal sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara.
Di mata para rekan dan muridnya, Datuk Zainul bukan hanya seorang pembatik, tetapi juga seorang guru dan mentor yang selalu terbuka berbagi ilmu. Ia dikenal sebagai tempat bertanya bagi generasi muda yang ingin mempelajari seni batik maupun memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi, Aswan Hidayat, mengungkapkan rasa kehilangan atas berpulangnya sosok yang selama ini konsisten mengembangkan batik Jambi.
“Kami tentu merasa kehilangan tokoh budaya. Beliau sejak awal konsisten mengembangkan batik Jambi sekaligus menciptakan berbagai motif kreasi baru,” ujarnya.
Dedikasi Datuk Zainul terhadap batik dimulai sejak dekade 1980-an. Selama perjalanan panjang tersebut, ia dikenal sebagai salah satu kreator motif batik Jambi paling produktif. Tercatat lebih dari 900 motif batik Jambi lahir dari tangannya, memperkaya ragam corak batik daerah yang dikenal dengan warna-warna cerah serta motif khas flora dan fauna.
Datuk Zainul lahir di Jambi pada 27 Mei 1960 dari keluarga yang memiliki garis keturunan Kesultanan Jambi. Sejak kecil ia telah akrab dengan batik, kain tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas keluarganya.
Kedekatan itulah yang kemudian membentuk kecintaannya pada dunia batik. Seiring waktu, ia tidak hanya melanjutkan tradisi keluarga, tetapi juga mengembangkan batik Jambi melalui berbagai inovasi motif tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Datuk Zainul dikenal sebagai sosok yang sederhana dan rendah hati. Ia tidak pernah ragu berbagi pengetahuan, berdiskusi, maupun membimbing generasi muda yang ingin belajar tentang batik dan kebudayaan Melayu Jambi.
Kini, di bulan suci Ramadan, Datuk Zainul telah berpulang. Namun karya dan dedikasinya bagi batik Jambi akan terus hidup melalui motif-motif yang telah ia ciptakan dan generasi pembatik yang pernah ia bimbing.
Selamat jalan, Datuk Zainul. Warisan budaya yang Anda jaga akan tetap dikenang dan menjadi bagian penting dari perjalanan batik Indonesia.

