https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Kepemimpinan Perempuan dan Semangat Berbagi di Bulan Ramadan

Wamendag Dyah Roro dorong kepemimpinan perempuan berempati lewat PIMTI Berbagi 2026, sekaligus memperkuat semangat berbagi di Ramadan.

Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Tidak hanya menjadi waktu memperdalam ibadah, Ramadan juga menjadi momentum untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Dalam suasana inilah Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menggaungkan pentingnya kepemimpinan perempuan yang tidak hanya kuat dalam mengambil kebijakan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan PIMTI Berbagi 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia di Jakarta, Sabtu (7/3). Acara ini turut dihadiri Ketua Presidium Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia Fajarini Puntodewi serta Dewan Pengarah Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia Sophia Wattimena.

Wamendag Dyah Roro dorong kepemimpinan perempuan berempati lewat PIMTI Berbagi 2026, sekaligus memperkuat semangat berbagi di Ramadan.
Wamendag Dyah Roro dorong kepemimpinan perempuan berempati lewat PIMTI Berbagi 2026, sekaligus memperkuat semangat berbagi di Ramadan.

Dalam sambutannya, Dyah Roro menekankan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki peran penting dalam menghadirkan kebijakan yang tidak hanya efektif, tetapi juga penuh empati.

Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Selain menjalankan tugas pemerintahan, kita juga perlu menghadirkan kepedulian sosial bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan agar dapat menjalani Ramadan dengan penuh suka cita,” ujarnya.

Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Ramadan

Dalam kesempatan tersebut, Dyah Roro juga menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Langkah-langkah tersebut dilakukan melalui penguatan distribusi barang, pemantauan harga secara berkala, serta koordinasi yang intensif dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pelaku usaha dan ritel modern untuk menghadirkan program diskon selama Ramadan. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga pergerakan ekonomi di tengah tantangan geopolitik global.

Bagi Dyah Roro, kebijakan ekonomi yang baik tidak hanya diukur dari angka-angka, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat luas.

Kepemimpinan Perempuan yang Mengedepankan Empati

Kegiatan PIMTI Berbagi 2026 dinilai Dyah Roro sebagai contoh nyata bagaimana kepemimpinan perempuan dapat diwujudkan melalui aksi sosial yang nyata.

Baginya, program berbagi seperti ini bukan sekadar kegiatan amal tahunan, melainkan cerminan nilai kepemimpinan yang menempatkan empati dan solidaritas sosial sebagai bagian penting dari pengabdian kepada bangsa.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para perempuan pemimpin yang tergabung dalam Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia.

Menurutnya, perempuan yang berkiprah di berbagai kementerian dan lembaga memiliki posisi strategis dalam melahirkan terobosan dan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Negara ini membutuhkan sosok-sosok perempuan hebat seperti ibu-ibu sekalian. Kontribusi dan kerja keras yang dilakukan tidak hanya berarti bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Kolaborasi untuk Pembangunan yang Lebih Luas

Dyah Roro juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam menjalankan program pembangunan nasional.

Menurutnya, sinergi yang kuat antara berbagai pihak akan mempercepat lahirnya kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Semangat kolaborasi inilah yang juga menjadi dasar terbentuknya Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia.

Ketua Presidium organisasi tersebut, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia merupakan wadah bagi para pimpinan tinggi perempuan di berbagai kementerian dan lembaga untuk berkolaborasi dalam mendukung pembangunan nasional.

Anggotanya tidak hanya berasal dari pejabat yang masih aktif, tetapi juga mereka yang pernah menjabat sebagai pimpinan tinggi di pemerintahan.

Saat ini, jumlah anggota PIMTI Madya tercatat lebih dari 200 orang, dan terus berkembang dengan melibatkan perempuan pimpinan pratama dari berbagai instansi pemerintah.

PIMTI Berbagi: Menyebarkan Kepedulian ke Berbagai Daerah

Melalui program PIMTI Berbagi, organisasi ini berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam bidang sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada tahun 2026, bantuan disalurkan kepada 17 yayasan sosial yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Timur, Bali, Sumatra Utara, hingga Sulawesi Selatan.

Bagi Puntodewi, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan.

“Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk berbagi dalam semangat kepedulian dan kebersamaan,” ujarnya.

Apresiasi dari Penerima Manfaat

Semangat berbagi yang dihadirkan melalui program ini juga mendapat sambutan hangat dari berbagai lembaga sosial yang menjadi penerima bantuan.

Salah satunya disampaikan oleh Irfan Arifin, pengurus Yayasan Al Kahfi. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memberi harapan bagi banyak orang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia yang telah mengundang kami dalam kegiatan ini. Kami berharap organisasi ini semakin berkembang, solid, dan terus menyebarkan kebaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ramadan, Kepemimpinan, dan Harapan

Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan global, pesan yang disampaikan Dyah Roro dalam acara tersebut terasa sederhana tetapi kuat: kepemimpinan sejati bukan hanya tentang kekuasaan dan kebijakan, melainkan tentang kepedulian terhadap sesama.

Ramadan menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah bangsa juga lahir dari solidaritas sosial.

Dan di tengah berbagai peran strategis yang diemban perempuan Indonesia, semangat empati dan kolaborasi itulah yang diharapkan mampu membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Tradisi batik Rifaiyah di Batang memadukan membatik dan mengaji kitab karya Kiai Ahmad Rifai, warisan spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Batik Rifaiyah: Tradisi Membatik Sambil Mengaji Warisan Ajaran Kiai Ahmad Rifai dari Batang

Kemenperin perkuat standar uji kadar emas nasional lewat program uji profisiensi untuk menjaga mutu dan daya saing perhiasan Indonesia.

Menjaga Kepercayaan Pasar di Tengah Kilau Emas Global