Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat industri kreatif sebagai pilar penting ekonomi Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, sektor ini bukan hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memperkuat identitas bangsa.
“Kami ingin Indonesia menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis talenta unggul dan berdaya saing global,” ujarnya. Kemenperin pun aktif memperkuat ekosistem industri kreatif melalui pendidikan vokasi, pelatihan SDM, dan kolaborasi internasional.
Salah satu langkah konkret ditunjukkan lewat kerja sama Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar bersama Kementerian Luar Negeri, KBRI Brussel, dan OACPS dalam program peningkatan kapasitas ekonomi kreatif yang digelar di Bali pada 26 Oktober–1 November 2025.
Sebanyak 60 peserta dari Afrika, Karibia, dan Pasifik mengikuti pelatihan intensif, mempelajari praktik terbaik industri kreatif Indonesia. Program ini diharapkan melahirkan “agen perubahan” di masing-masing negara dan memperkuat jejaring kerja sama lintas kawasan.
Menurut Dubes RI untuk Uni Eropa Andri Hadi, inisiatif ini menjadi bukti nyata sinergi global dalam membangun ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

