https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Motif Batik yang Identik Dipakai untuk Kelahiran

Motif batik seperti Sida Luhur, Truntum, dan Parang Kusumo dipercaya identik dengan kelahiran, doa keselamatan, dan kasih sayang.

Batik di Indonesia tidak hanya dikenal sebagai busana atau karya seni, tetapi juga erat kaitannya dengan siklus hidup manusia—dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian. Salah satu tradisi yang menarik adalah pemakaian motif batik khusus dalam prosesi kelahiran, terutama di Jawa.

Dalam budaya Jawa, kehamilan dan kelahiran bukan hanya peristiwa biologis, melainkan juga spiritual. Karena itu, batik yang dipilih untuk momen ini sarat doa dan harapan baik bagi ibu maupun bayi.

Motif batik seperti Sida Luhur, Truntum, dan Parang Kusumo dipercaya identik dengan kelahiran, doa keselamatan, dan kasih sayang.
Motif batik seperti Sida Luhur, Truntum, dan Parang Kusumo dipercaya identik dengan kelahiran, doa keselamatan, dan kasih sayang.

Batik dalam Ritual Kelahiran

Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah mitoni atau upacara tujuh bulanan. Dalam prosesi ini, ibu hamil dibalut dengan tujuh kain batik berbeda motif, masing-masing menyimpan simbol doa: keselamatan, kelancaran persalinan, hingga masa depan anak.

Setelah bayi lahir, ada pula upacara tedhak siten atau “turun tanah”, ketika seorang anak pertama kali menginjak bumi. Pada momen ini, batik dengan motif tertentu juga dipakaikan pada anak sebagai simbol perlindungan dan doa bagi langkah awalnya di dunia.

Motif Batik yang Paling Sering Dipakai untuk Kelahiran

  1. Sida Luhur / Sida Asih / Sida Mukti: Kata sida berarti “terlaksana”. Motif ini melambangkan doa agar persalinan lancar dan bayi lahir dengan selamat.
  2. Truntum: Melambangkan cinta kasih yang tulus dan abadi. Dipercaya sebagai simbol kasih sayang orang tua yang tak pernah padam bagi anaknya.
  3. Parang Kusumo: Perpaduan makna perjuangan (parang) dan bunga kusumo (kemuliaan). Doa agar anak lahir kuat, luhur, dan berjiwa mulia.
  4. Semen Rama / Semen Sawat: Motif kesuburan, kehidupan, dan perlindungan. Sering dipakai ibu hamil sebagai simbol kekuatan hidup.
  5. Gurdha / Lereng: Motif yang terinspirasi dari garuda, dipercaya memberi perlindungan dari mara bahaya bagi ibu dan bayi.

Relevansi di Masa Kini

Meski sebagian tradisi mulai jarang dilakukan, banyak keluarga Jawa masih memilih batik bermotif sida untuk acara kehamilan modern, bahkan sekadar untuk pemotretan maternity. Industri batik juga mulai melirik prosesi ini dengan menghadirkan paket batik ritual kelahiran sebagai bentuk pelestarian budaya.

Pemahaman tentang makna simbolik batik membuat kain ini tidak sekadar dipandang sebagai busana, melainkan juga warisan nilai dan doa leluhur. Melalui pelestarian praktik ini, batik tetap hidup sebagai bagian penting dari perjalanan manusia.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Indonesia hadir di Front Row Paris 2025. Sembilan desainer tampilkan batik, tenun, dan kreasi kontemporer di ibu kota mode dunia.

Fesyen Indonesia Tampil di Front Row Paris 2025

SFF 2025 Bali dorong transformasi industri fesyen berkelanjutan, inovasi ramah lingkungan, libatkan IKM, desainer muda, dan komunitas lokal.

Festival Fesyen Berkelanjutan 2025 Dorong Transformasi Industri Ramah Lingkungan