in

Merilis Batik Motif Kontemporer

Inovasi daripada kontemporernya batik dibutuhkan agar anak muda memakai batik.

Pedagang Batik Tulis Motif Lawas Dan Kontemporer
Tidak Ada Batik Tulis Yang Sama. Kekayaan Ragam Motif Lawas Maupun Khas Terus Memperkaya Perbendaharaan Ragam Motif Batik

Motif batik pada perkembangan di era-era sebelum mengenal klasifikasi atau pengelompokan, penamaannya masih bersifat pada bentuk hias gambar dan pencirian nama benda yang akrab dikenal di lingkungan. Seperti motif tanaman, penamaan spesifiknya berdasarkan ide dan gambar itu dibuat seperti motif kembang kapas, kembang waluh, pacar cina, lung-lungan, sulur-suluran, sekarjagad, kantil, pisang bali, ganggeng dan masih banyak lagi. Untuk motif binatang, contohnya adalah motif ayam alas, dara kipu, sawat gunting, gemak setekean, manuk branjangan, dan masih banyak lagi.

Penamaan yang didasarkan oleh ide dan gambar tersebut dapat dilihat secara langsung. Namun karena banyaknya motif yang diciptakan membuat tahun-tahun selanjutnya dibutuhkan klasifikasi atau pengelompokkan yang memudahkan. Maka di era kini dikenal istilah motif batik geometris dan motif batik non geometris. Motif batik geometris sifatnya memiliki alur baik alur vertikal, horisontal, maupun alur miring. Hal itu bisa dilihat pada motif parang dan udan liris yang memiliki alur miring dan vertikal. Sedangkan motif geometris pun bisa berbentuk motif berulang-ulang dan teratur baik secara vertikal maupun horisontal. Contoh motif ini bisa dilihat pada motif banji, ceplok, ganggong, dan kawung.

Untuk motif non geometris, alur tidak menjadi penting ketimbang komposisi gambar yang tepat dan estetika yang diharapkan. Kadang lebih tepat disebut motif geometris memanfaatkan bidang gambar yang dibatik dengan uraian yang proposional. Contoh yang bisa dilihat dari motif non geometris ini adalah motif semen, motif buket dan terangbulan, motif pinggiran, dan motif dinamis.

Motif non geometris berbentuk semen menggambarkan gunung atau meru (kata lain dari Mahameru) dengan isinya. Ada tiga jenis motif semen yang umumnya dikenal yakni motif dedaunan dan kuncup-kuncup, motif hewan berlatar dedaunan, dan motif binatang berpadu dengan lar atau sayap burung sebagai simbol mitos garuda. Ketiga jenis motif ini kemudian dikembangkan menjadi motif-motif ikutannya seperti motif semen rante, semen gendong, semen huk gurdho, dan semen bundet. Masing-masingnya memiliki filosofi tersendiri.

Batik kontemporer selain berkembang menuju kebaruan, juga dapat bersifat degeneratif.

Batik Tulis Motif Lawas Dan Kontemporer
Setiap Perajin Punya Gaya Khas Yang Dipengaruhi Oleh Pebisnisnya Maupun Pasar. Ragam Corak Batik Dihadirkan Untuk Memuaskan

Motif non geometris berbentuk buket dan terangbulan menggambarkan tumbuhan atau lung-lungan sepanjang dan selebar kain sebagai bidang gambarnya. Kekhasan dari motif ini adalah penggunaan motif tumpal yang digambar di tepi kain. Tumpal adalah bentuk segitiga yang digambar di tepi kain untuk pembatas gambar. Di dalam motif tumpal masih digambar motif-motif khas seperti lokcan (burung phoenix), tumbuhan dan garuda atau motif gapura Bali yang terdapat pada motif tumpal batik Pekalongan, garuda-pohon hayat-meru-dan tumbuh-tumbuhan sebagai isen-isen pada batik ala Yogyakarta, serta gaya gabungan seperti contoh paduan gapura bali dan tumpal selendang.

Motif non geometris berbentuk pinggiran yang sebelumnya lekat dengan tumpal, bisa juga diisi dengan gambar-gambar non tumpal. Tujuan dari motif pinggiran ini adalah membatasi bidang gambar dengan pola tertentu maupun tidak berpola. Motif pinggiran adalah pembatas gambar yang disusun secara halus seolah-olah masih dalam bagian motif utama. Motif pinggiran biasanya diisi gambar-gambar yang sama atau berbeda sama sekali dengan motif utama seperti kemada, salangan, kemada gundulan, kemada sehat tela, kemada sungging, kemada satria manah, pengada maupun pinggir awan. Untuk pembatas dua pola gambar yang berbeda, motif pinggiran dapat ditemui gambar-gambar blambangan, cinden, stupa, dan untu walang. Pada motif batas blumbanga, gambar yang biasa terhias adalah cemukiran atau modang, cemukiran Yogya, cemukiran sala dan lidah api.

Motif non geometris berbentuk dinamis disebut pula sebagai motif bukan tradisional. Bentuknya abstrak dan bisa apa saja menjadi ide gambarnya. Motif dinamis dapat dicontohkan sebagai berikut: motif Dewa Ruci, gelombang laut, cumi-cumi, lereng modern, dan motif holobis. Dan motif non geometris berbentuk dinamis ini pula yang menjadi cikal kemunculan batik motif kontemporer.

Motif Kontemporer

Jika dulunya motif batik tradisional sering anonim pembuatnya, motif batik terkini menjurus pada brand atau nama pembuatnya.

Baju Batik Tulis Motif Lawas Dan Kontemporer
Warna Cerah Pada Batik Merupakan Pemikat Selain Motif Yang Dicari Konsumen

Pada tiap zaman atau generasi, motif batik disusupi motif-motif baru. Maksudnya adalah motif yang belum dikenal sebelumnya. Kontemporer dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah: pada waktu yang sama; semasa; sewaktu; pada masa kini; dewasa ini. Artinya batik motif kontemporer hidup pada kekinian dimana perajin batik menghasilkan motif di luar motif tradisional yang sudah kita kenal beberapanya. Motif kontemporer selalu menghadirkan kebaruan, ditujukan untuk pilihan maupun divertifikasi komoditas produk batik.

Motif kontemporer juga kadang dituding sebagai batik non pakem atau bukan jenis batik tradisional. Namun pengembangnya kebanyakan mengkaitkan motif-motif kontemporer dengan motif-motif tradisional. Makna filosofis dari motif batik kontemporer itu sendiri ada yang terbilang berkaitan langsung dengan motif tradisional ataupun minim filosofi. Inti dari alasan batik motif kontemporer berkembang adalah kebaruan.

Pada Gelar Batik Nusantara 2015 lalu, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla dalam pembukaan acara tersebut salah-satunya menghimbau agar batik kontemporer dikembangkan agar kalangan muda terkini dapat mengenakan batik. “Inovasi daripada kontemporernya batik dibutuhkan agar anak muda memakai batik,” cetusnya.

Perspektif dan estetikanya semirip dengan proses filosofi batik terbentuk pada umumnya yakni dari lingkungan sekitar.

Kain Batik Tulis Motif Kontemporer
Pembatik Sapuan Menjelaskan Motif Batik Buatannya Kepada Calon Pembelinya

Batik kontemporer selain berkembang menuju kebaruan, juga dapat bersifat degeneratif. Contoh paling kentara adalah batik Iwan Tirta. Memiliki motif dengan gambar besar dan jelas, batik Iwan Tirta menembus segala zaman dengan kekhasannya tersebut. Untuk menunjukkan batik kontemporer secara spesifik sebagai kekhasan, beberapa pembuat batik atau penjual batik bahkan menjadikannya sebagai produk uniknya.

Batik Nyonya Indo atau juga Batik Afif Syakur punya kekuatan nama memunculkan batik motif kontemporer, Kekhasannya tidak saja berkutat pada produksi motif-motif tradisional, tetapi juga motif kontemporer yang disadur dari motif tradisional. Jika dulunya motif batik tradisional sering anonim pembuatnya, motif batik terkini menjurus pada brand atau nama pembuatnya.

Batik motif kontemporer salah-satunya dianut oleh Sapuan, perajin batik asal Pekalongan. Perspektif dan estetikanya semirip dengan proses filosofi batik terbentuk pada umumnya yakni dari lingkungan sekitar. Motif batiknya oleh sebagian orang disebut sebagai fine art, namun ia mengaku dirinya hanya membatik dengan segenap jiwa raganya agar menghasilkan produk yang baik. Itu saja.

Batik motif kontemporer masih memiliki garis makna yang terkandung di dalamnya. Dan hal tersebut menjadi pekerjaan dari para perajin dalam pencarian, penemuan, pengidentifikasian, serta aplikasi motif kontemporer yang mereka buat ke dalam batik. Jika terdapat ragam motif yang belum dikenal sebelumnya dan tercanang darimana motif itu berasal baik nama orang maupun brand, batik motif kontemporer berusaha menerpa kekinian dan memperkaya khazanah motif batik Indonesia.

Batik motif kontemporer ada yang dicanangkan oleh pembuatnya, dan ada pula yang dicanangkan oleh penyukanya. Terlepas dari batik motif kontemporer yang hadir di pasaran, asal-muasalnya tetap satu: diproses dengan cara ala memproduksi batik. Dan itulah kehakikian batik bagi setiap generasi.

 

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

Batik Fashion - Busana Batik Jakarta Beat Obin

Busana Batik Jakarta Beat by Obin

Motif Batik Memayu Hayuning Bawono – Era Soekamto