Lasem, sebuah kota kecil di pesisir utara Jawa Tengah, sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat batik yang kaya akan ragam motif. Dari deretan motif klasik seperti Naga, Burung Hong, hingga Sekar Jagad, ada satu motif unik yang mencerminkan identitas pesisir Lasem: motif Latohan.

Asal-usul Nama dan Inspirasi
Kata latoh merujuk pada sejenis tumbuhan laut (rumput laut) yang banyak ditemui di pantai Lasem. Bagi masyarakat setempat, latoh bukan sekadar makanan atau hasil laut, melainkan simbol kedekatan hidup mereka dengan laut yang memberi rezeki. Dari sinilah lahir motif Latohan—batik yang terinspirasi dari bentuk melingkar-melingkar kecil menyerupai butiran latoh.
Filosofi Motif Latohan
Motif ini tidak hanya memvisualisasikan keindahan alam pesisir, tetapi juga mengandung makna mendalam:
- Kesuburan dan Rezeki: Latoh yang tumbuh subur di laut menjadi perlambang rezeki melimpah bagi nelayan dan masyarakat pesisir.
- Kebersamaan dan Kesederhanaan: Latoh biasanya disantap bersama-sama dalam hidangan sederhana. Nilai ini melekat pada filosofi motif Latohan sebagai simbol persaudaraan dan gotong-royong.
- Kehidupan yang Mengalir: Bentuk bulat kecil yang saling menyatu menggambarkan kehidupan yang terus berputar, mengalir, dan saling terhubung.
Ciri Visual Motif Latohan
Motif Latohan dapat dikenali dari pola berupa lingkaran-lingkaran kecil berulang, menyerupai butiran rumput laut. Pola ini sering dikombinasikan dengan ornamen khas batik pesisir lain, seperti bunga, burung, atau sulur-sulur. Warna yang dominan adalah merah Lasem, biru tua, dan cokelat sogan—warna yang menjadi identitas kuat batik Lasem.
Posisi Motif Latohan di Batik Pesisir
Sebagai bagian dari batik pesisir, motif Latohan lebih ekspresif dibanding batik keraton. Ia lahir dari interaksi budaya Jawa, Tionghoa, dan pesisir. Tidak jarang motif Latohan dipadukan dengan simbol naga atau burung hong sebagai pengaruh kuat komunitas Tionghoa Lasem, menghasilkan perpaduan estetika unik yang jarang ditemukan di daerah lain.
Relevansi Masa Kini
Kini, motif Latohan menjadi salah satu ikon Lasem yang digemari pecinta batik. Ia sering diangkat dalam pameran, koleksi fashion, maupun souvenir khas Lasem. Lebih dari sekadar corak kain, motif Latohan adalah pengingat akan hubungan manusia dengan alam laut, kesederhanaan hidup, serta kearifan lokal masyarakat pesisir Jawa.

