KARANGANYAR — Sepuluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Tim Hibah MBKM Membangun Desa menggelar Seminar Literasi Digital, Branding, Pemasaran Digital, dan Pencatatan Keuangan Digital bagi pelaku UMKM batik di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, pada Kamis (22/5/2025).
Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Lisyani Nafari, S.T dari Diskuktransesdm Karanganyar menyoroti pentingnya literasi digital sebagai pondasi UMKM yang adaptif terhadap perubahan zaman. Sementara itu, Randy Rahman Hussen, CEO PT Cendekia Muda Kreatif sekaligus Asesor LSP Teknologi Digital, membagikan strategi praktis seputar branding produk, pemasaran digital berbasis media sosial, hingga pencatatan keuangan yang efisien dan berbasis aplikasi.
Ketua Tim Hibah, Meilina Tintin Putri Aries, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memperluas wawasan pelaku UMKM batik dalam menghadapi tantangan pasar digital. “Kami berharap kegiatan ini dapat membuka kesadaran pelaku usaha akan pentingnya strategi branding, pencatatan digital, dan pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar produk batik lokal,” ujarnya.
Tak hanya menyelenggarakan seminar, tim mahasiswa juga memperkenalkan sejumlah produk inovatif hasil pengembangan selama menjalani program pengabdian di Desa Girilayu. Di antaranya adalah:
- Kerudung Batik Tulis hasil kolaborasi dengan UMKM lokal.
- KATALOKA, katalog produk online berbasis spreadsheet.
- PantauAja, sistem pelacakan produksi harian.
- FINOTE, aplikasi pencatatan keuangan digital versi Excel dan mobile yang mudah digunakan oleh UMKM mikro.
Seluruh kegiatan ini mengusung tema “UMKM Girilayu Melek Digital: Menuju Batik Lokal yang Lebih Optimal, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Global.” Tema tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara teknologi dan budaya dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk terlibat langsung dalam proyek berbasis solusi di luar kampus. Selama periode Februari hingga Juni 2025, Tim Hibah MBKM UNS telah menjalankan serangkaian kegiatan pengabdian mulai dari pelatihan kepemimpinan kreatif, penyusunan dokumen transaksi, pencatatan keuangan digital, hingga strategi rebranding produk dan pemasaran melalui media digital.
Melalui pendekatan kolaboratif dan solutif, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM batik, tetapi juga menjadi contoh baik sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa berbasis teknologi, budaya, dan ekonomi kreatif.

