Batik tidak hanya sekadar kain bermotif indah, melainkan medium komunikasi yang sarat makna. Salah satunya adalah batik Jlamprang, motif khas Pekalongan yang menyimpan kisah kosmologi, mitologi, hingga filosofi kehidupan.

Saiful Kiram, penulis buku Jlamprang mengungkap bahwa kajian bukunya berawal dari tesis pribadinya yang memadukan ilmu komunikasi, semiotika, dan dakwah. Ia menekankan bahwa setiap helai batik adalah pesan—sebuah komunikasi antara perajin dan penikmatnya.
Jika memakai teori komunikasi Harold Lasswell, batik memiliki lima unsur: komunikatornya perajin batik, pesannya simbol dan motif, medianya kain putih, komunikan adalah pemakai, dan efeknya berupa respon emosional, estetis, bahkan ekonomis.
Filosofi dan Kosmologi
Motif Jlamprang dipandang lebih dari sekadar ornamen geometris. Ia berkaitan dengan kosmologi Jawa tentang hubungan manusia (mikrokosmos) dan bumi (makrokosmos), mitos Dewi Sri, serta mitologi pesisir utara tentang Dewi Lanjar.
Selain itu, kajian juga menemukan jejak kosmologi Hindu-Siwa, pengaruh Islam, hingga mitos pohon Logosari atau pohonJlamprang yang diyakini tumbuh di area makam ulama. Simbol-simbol tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat akan keterhubungan manusia, alam, dan Tuhan.
Jalur Perdagangan dan Pengaruh Budaya
Motif Jlamprang juga erat dengan jalur sutra maritim. Kain patola dari India yang masuk melalui VOC memengaruhi batik Pekalongan. Ketika patola sulit diperoleh, para saudagar lokal menciptakan tiruannya, yang berkembang menjadi motif khas seperti Jlamprang.
Sayangnya, dokumentasi tentang generasi awal pembatik masih minim. Penelitian ini akhirnya menekankan makna filosofis dan simbol kosmologis ketimbang sekadar sejarah.
Makna Warna dan Ornamen
Motif Jlamprang ditandai dengan lingkaran berulang, sulur bersudut delapan, serta dominasi warna biru, hijau toska, merah, dan cokelat keemasan. Warna-warna ini dipercaya menyiratkan nilai spiritual, bahkan ada yang mengaitkannya dengan kesukaan masyarakat Arab.
Bagi peneliti, yang terpenting bukan soal legenda semata, melainkan pesan filosofis yang ingin disampaikan: batik sebagai simbol kehidupan yang menenangkan, menguatkan, dan mendekatkan manusia pada harmoni kosmos.
Penjelasan lanjutnya bisa disimak di: https://www.youtube.com/watch?v=nkSIvbC7p2Q

