
Trend fashion 2017 didominasi dengan teknik simpel dan warna alami tanah. Hal tersebut yang menjadi tantangan batik dan tenun yang identik dengan busana formal. Fashion Desainer Wawan Reptian punya cara untuk memodifikasi batik dan tenun tidak saja sebagai busana formal tetapi juga non formal hingga dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.
Wawan mengatakan batik dan tenun dapat dikreasikan menjadi beragam busana dengan cutting yang unik dan khas anak muda seperti halnya kain lainnya. Untuk acara-acara informal, batik dan tenun juga masih bisa bersinar dengan gayanya sendiri yang dibuat tidak terlalu kaku dan formal.
“Untuk yang hanya punya kemeja atau baju batik formal, bisa memadukannya dengan kaos, atau dikombinasikan dengan aksen denim sehingga tampak lebih santai,” saran desainer lulusan Alvera Fashion and Creative Surabaya itu.
Sedangkan untuk yang akan mengkreasikan kain motif batik dan tenun sebagai pakaian sehari-hari, bisa membuatnya menjadi rompi, outer, dan blouse yang santai dengan cutting khusus.
Kain batik dan tenun bisa digunakan oleh semua orang, namun orang berbadan besar memang harus lebih berhati-hati dengan motif yang tergambar pada kain.
Untuk pemakai batik yang memiliki badan besar, sebaiknya menggunakan warna-warna tone gelap.
“Jika ingin memakai warna terang seperti merah, sebaiknya yang memiliki tone sedikit lebih dark, yaitu merah marun,” katanya.
Pada pemilihan motif, pemakai batik yang berbadan besar sebaiknya memilih motif yang digambar secara vertikal dan menghindari motif horizontal karena akan memunculkan efek tubuh yang semakin lebar.
Sedangkan jika motifnya diagonal, pastikan motifnya bertemu di bagian tengah sehingga menjadi fokus point of view.
“Besar kecilnya motif juga bisa berpengaruh pada penampilan. Untuk yang berbadan besar sebaiknya memilih motif yang kecil pada dasaran kain warna gelap,” ujarnya.
Sedangkan untuk yang berjilbab, Wawan menyarankan untuk menggunakan jilbab polos atau tanpa motif supaya tidak tabrak motif dengan kain batik atau tenun yang digunakan di badan. “Terlalu ramai juga jadi tidak bagus,” katanya.
Jika perpaduan tersebut dirasa kurang ramai, bisa ditambah dengan aksesoris yang cerah dan disesuaikan dengan motif pada batik atau tenun.
Sumber: Surabaya.Tribunnews.com

