Kediri — Kabupaten Kediri bersiap menggelar Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2025 pada September mendatang. Memasuki tahun ketiganya, ajang ini kembali menjadi panggung terbesar bagi para maestro batik dan kreator fashion Kediri untuk menunjukkan karya terbaik mereka.
Konseptor KFBF 2025 Embran Nawawi mengungkapkan, sedikitnya 12 maestro batik akan terlibat dalam perhelatan ini. Mereka menampilkan wastra khas Kediri dengan sentuhan modern, termasuk batik Trinayana yang diangkat sebagai tema utama tahun ini.
“Batik fashion ini akan memadukan motif khas Kabupaten Kediri dengan batik modern untuk memenuhi pasar fashion global,” ujar Embran, desainer nasional berdarah Betawi, Senin (25/8).
Selain maestro batik, sebanyak 10 kreator fashion juga dilibatkan untuk menyulap helai kain menjadi busana siap pakai lintas generasi. Mereka akan menghadirkan empat mode sarimbit: resepsi, birthday, hari raya, dan holiday.
Menurut Embran, keterlibatan para seniman wastra dan kreator fashion ini menjadi langkah nyata Pemkab Kediri dalam menjadikan KFBF sebagai ruang apresiasi sekaligus promosi kekayaan batik daerah.
“Seni, budaya, dan fashion dipadukan dalam satu panggung yang meriah. Ini sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal dan memperkenalkan karya unggulan pelaku industri kreatif Kediri,” tambahnya.
KFBF 2025 juga hadir dengan konsep baru, yakni batik sarimbit keluarga yang identik dengan motif, warna, dan bahan serasi. Kehadiran konsep ini diharapkan memperkuat identitas wastra Kediri sekaligus mendorong pemakaian batik di kehidupan sehari-hari.
Gelaran KFBF 2025 merupakan persembahan Pemkab Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Dekranasda Kabupaten Kediri. Pada hari yang sama, juga akan digelar pelantikan pengurus Dekranasda Kabupaten Kediri periode 2025–2030.

