https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Inkubator Bisnis 2025: Akselerasi UKM Fesyen, Otomotif, dan Batik Menuju Daya Saing Global

Para karyawan Bogor Batik Tradisiku

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat peran usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional, salah satunya melalui peluncuran Program Inkubator Bisnis 2025. Inisiatif ini tak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga memacu daya saing UKM di tengah transformasi industri dan digitalisasi yang melaju cepat.

“Di era sekarang, yang dibutuhkan bukan hanya teknologi, tetapi juga manusia-manusia tangguh dan kreatif. Penguatan SDM dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci lahirnya wirausahawan industri yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu (tanggal disesuaikan).

Kemenperin mencatat, dari total unit usaha industri di Indonesia, 99,7 persennya berasal dari UKM, yang menyerap lebih dari 65 persen tenaga kerja industri nasional. Artinya, UKM adalah pondasi vital dalam menopang struktur industri dan ekonomi Indonesia.

Program inkubasi yang digagas melalui Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta ini menyasar sektor-sektor potensial seperti fesyen, produk tekstil, aksesori otomotif, kerajinan logam, hingga batik—sektor-sektor yang memiliki kekuatan budaya sekaligus peluang pasar global.

Dari 272 pendaftar yang berasal dari 14 wilayah di Indonesia, hanya enam wirausahawan akan terpilih untuk mendapatkan pendampingan intensif. Mereka akan dibekali pelatihan, akses jejaring bisnis, bimbingan legalitas, hingga strategi digitalisasi usaha.

Menurut Masrokhan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, program ini bukan sekadar soal peningkatan kapasitas teknis, tapi juga membangun fondasi karakter pengusaha yang adaptif dan strategis. “Kolaborasi antar-lembaga dan antar-daerah sangat penting, karena industri masa depan tak bisa dibangun sendirian,” tegasnya.

Sementara itu, Irwansyah Putra dari Kementerian Koperasi dan UKM menegaskan bahwa inkubator ini adalah ruang strategis yang membuka jalan bagi UKM untuk tumbuh berkelanjutan. “Yang ingin dibangun bukan hanya omzet, tapi mentalitas dan karakter pengusaha yang kompetitif,” katanya.

Melalui Inkubator Bisnis 2025, pemerintah berharap muncul wirausahawan tangguh dari sektor-sektor lokal seperti batik, kerajinan, dan tekstil, yang tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga siap bersaing di pasar global. Sebuah langkah konkrit membangun ekosistem industri yang inklusif, inovatif, dan berkarakter Indonesia.

Para karyawan Bogor Batik Tradisiku
Para karyawan Bogor Batik Tradisiku

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Calon pembeli sering menghilang setelah menerima price list? Ini alasannya dan tips mengatasinya agar mereka tetap tertarik jadi pelanggan.

Lho Kok? Sudah Diberi Price List Malah Menghilang?

Belajar batik di Osaka

Batik Boyolali Tampil di Osaka: Ketika Difabel Indonesia Bicara Lewat Canting