Jakarta — Indonesia terus memperkuat eksistensi budaya dan fesyen di kancah global melalui partisipasi aktif dalam Paris Fashion Week dan gerakan diplomasi budaya bertajuk Nusantara Wave. Hal ini ditegaskan dalam pertemuan strategis antara tim Master Bagasi dan Bentala Project dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris.
Menurut Atase Perdagangan KBRI Paris, Harry Putranto, keterlibatan Indonesia dalam Paris Fashion Week selama dua tahun berturut-turut menjadi fondasi penting untuk menancapkan posisi Indonesia sebagai kekuatan fesyen dunia. “Paris adalah pusat mode global. Partisipasi kita membuka mata dunia pada keindahan batik, tenun, dan karya etnik Indonesia,” ujarnya, Selasa (29/7).
Selain fesyen, KBRI juga menyoroti semakin populernya kuliner Indonesia di Paris, seperti kopi dan gula aren yang kini memiliki pasar setia di Prancis dan negara-negara Eropa lainnya.
Gerakan Nusantara Wave dinilai sebagai bentuk diplomasi dari rakyat untuk dunia. “Ini bukan sekadar promosi budaya, tetapi bagaimana produk seperti sambal, kopi, dan batik benar-benar hadir di rumah masyarakat dunia,” ujar Yola Tasja Fadhilah, Kepala Logistik Master Bagasi.
KBRI Paris menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi konkret guna mendorong diplomasi ekonomi dan budaya Indonesia di Eropa.

