
Sritex merupakan perusahaan tekstil dan garment terbesar dan teritegrasi di Asia Tenggara asal Indonesia. Memiliki 12 pabrik spinning, lima pabrik weaving, lima pabrik finishing dan 12 pabrik garment, Sritex melayani produksi hingga lebih dari 50 negara. Berdiri sejak 50 tahun lalu, kini telah memiliki 33 anak perusahaan dengan merekrut tenaga kerja sebanyak 50 ribu karyawan. Selama usia tersebut pula, Sritex telah bertransformasi beberapa kali sebagai pengembangan usahanya. PT. Sri Rejeki Isman Tbk ini memiliki slogan: “Sritex Above World Class” yakni kualitas terbaik pasar dunia asal Indonesia.
Memperingati 50 tahun hari jadinya, sehari sebelum peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, Sritex merayakan ulang tahun emasnya tersebut. Bertempat di Diamond Solo Convention Center (DSCC) dan dihadiri oleh Presiden RI ke-6 serta Agum Gumelar, perusahaan tekstil ini sebelum menjadi raksasa tekstil Indonesia merupakan usaha kecil berbentuk UD Sri Redjeki, masih berupa kios di kawasan Pasar Klewer Solo.

Didirikan oleh Almarhum H.M. Lukminto, semangat kerja keras serta kegigihannya mengembangkan usahanya membuahkan hasil yang terpandang dan menjadikan Indonesia terkenal dengan hasil tekstil buatannya. Dan tak salah jika di usia 50 tahun usahanya, melabelkan tagline sebagai simbol kebanggaan perusahaan nasional yang mendunia: “Karya Indonesia Untuk Dunia.”
Perayaan ulang tahun emas Sritex berbentuk syukuran tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan ulang tahunnya yang telah digelar sejak Januari 2016 lalu. Dimulai dengan peluncuran logo 50 tahun serta penghargaan karyawan dan karyawati dengan masa bakti 20 hingga 50 tahun di bulan Januari 2016, dilanjut kemudian dengan Tribute to H.M. Lukminto untuk peringatan dua tahun wafatnya dengan pembagian 5000 Al Qur’an ke Pondok Pesantren dan Yayasan Yatim Piatu serta donor darah serentak karyawan Sritex di bulan Februari.

Perayaan ulang tahun emas Sritex menghadirkan bintang panggung ternama seperti Rossa dan Cak Lontong. Choky Sitohang didaulat untuk membawakan acara berkonsep A Night To Remember diramaikan pula dengan peragaan busana dari Populo Batik, William Utama, Anne Avantie, dan Rinaldy A. Yuniardi.
Batiklopedia

