JEDDAH – Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, hasil rancangan Ibrahim Joharji Architects, resmi hadir sebagai kontribusi baru dalam lanskap arsitektur fasilitas diplomatik.

Bangunan seluas 5.800 m² ini dirancang tidak hanya sebagai ruang kerja, melainkan juga representasi identitas nasional Indonesia. Arsitektur gedung menggabungkan aspek protokol, keamanan, fungsi administratif, serta ekspresi budaya melalui pendekatan hierarki ruang dan sirkulasi berlapis.
Mengacu pada Kode Bangunan Saudi, desainnya mengintegrasikan warisan arsitektur Indonesia dari 28 gaya yang diakui. Elemen garis atap Rumah Gadang ditafsirkan ulang secara kontemporer, sementara bentuk segitiga dari peci dimanfaatkan sebagai simbol martabat dan struktur utama.
Fasad gedung memadukan pola batik Indonesia dengan geometri Islam khas Arab Saudi. Lapisan parametrik berfungsi ganda sebagai peneduh sekaligus penanda budaya. Dari sisi keberlanjutan, material yang dipilih mempertimbangkan efisiensi energi dan pengurangan jejak karbon, dengan beton bertulang untuk keamanan serta sistem fasad hemat energi.
Proyek ini menegaskan arsitektur sebagai sarana diplomasi, keberlanjutan, dan representasi lintas budaya. Menurut arsitek utama Ibrahim Nawaf Joharji, desain konsulat ini diharapkan memperkuat kehadiran diplomatik Indonesia sekaligus menyatu dengan konteks urban Jeddah.

