https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Gedung Konsulat RI di Jeddah Rancangan Ibrahim Joharji Jadi Simbol Diplomasi dan Budaya

Gedung Konsulat RI di Jeddah rancangan Ibrahim Joharji padukan arsitektur Indonesia-Saudi, simbol diplomasi, budaya, dan keberlanjutan.

JEDDAH – Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, hasil rancangan Ibrahim Joharji Architects, resmi hadir sebagai kontribusi baru dalam lanskap arsitektur fasilitas diplomatik.

Gedung Konsulat RI di Jeddah rancangan Ibrahim Joharji padukan arsitektur Indonesia-Saudi, simbol diplomasi, budaya, dan keberlanjutan.
Gedung Konsulat RI di Jeddah rancangan Ibrahim Joharji padukan arsitektur Indonesia-Saudi, simbol diplomasi, budaya, dan keberlanjutan.

Bangunan seluas 5.800 m² ini dirancang tidak hanya sebagai ruang kerja, melainkan juga representasi identitas nasional Indonesia. Arsitektur gedung menggabungkan aspek protokol, keamanan, fungsi administratif, serta ekspresi budaya melalui pendekatan hierarki ruang dan sirkulasi berlapis.

Mengacu pada Kode Bangunan Saudi, desainnya mengintegrasikan warisan arsitektur Indonesia dari 28 gaya yang diakui. Elemen garis atap Rumah Gadang ditafsirkan ulang secara kontemporer, sementara bentuk segitiga dari peci dimanfaatkan sebagai simbol martabat dan struktur utama.

Fasad gedung memadukan pola batik Indonesia dengan geometri Islam khas Arab Saudi. Lapisan parametrik berfungsi ganda sebagai peneduh sekaligus penanda budaya. Dari sisi keberlanjutan, material yang dipilih mempertimbangkan efisiensi energi dan pengurangan jejak karbon, dengan beton bertulang untuk keamanan serta sistem fasad hemat energi.

Proyek ini menegaskan arsitektur sebagai sarana diplomasi, keberlanjutan, dan representasi lintas budaya. Menurut arsitek utama Ibrahim Nawaf Joharji, desain konsulat ini diharapkan memperkuat kehadiran diplomatik Indonesia sekaligus menyatu dengan konteks urban Jeddah.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

KAI rayakan HUT ke-80 dengan inovasi New Generation, Whoosh, LRT Jabodebek, dan Parade Livery pecahkan rekor MURI di Surabaya.

HUT ke-80 KAI: Perjalanan dari Masa ke Masa, Parade Livery Pecahkan Rekor MURI

Batik Indonesia catat potensi transaksi Rp4,15 miliar di Who’s Next Paris 2025, perkuat posisi di segmen fesyen premium global.

Batik Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp4,15 Miliar di Who’s Next Paris 2025