https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Ekspor Batik Melesat di Tengah Lesunya Ekonomi Global

Perajin Batik Sukabumi tengah mencanting.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut gembira kabar positif dari industri batik nasional. Di tengah lesunya perekonomian global, kinerja ekspor batik justru menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor batik Indonesia selama kuartal pertama tahun 2025 mencapai 7,63 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp123,60 miliar. Angka ini mengalami peningkatan tajam sebesar 76,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

“Ini pencapaian yang luar biasa, apalagi diraih saat pasar global sedang dalam kondisi lesu,” ujar Agus dalam acara Kick Off Festival Industri GBN dan HBN 2025 X di kantor Kementerian Perindustrian, Kamis (26/6).

Agus menilai pencapaian tersebut sebagai bukti ketangguhan industri batik nasional, yang mampu bertahan dan berkembang meski berada dalam tekanan ekonomi global. “Kita tahu, daya beli pasar internasional sedang menurun. Namun data ini cukup menggembirakan dan patut diapresiasi,” katanya.

Industri batik memang memiliki akar kuat dalam struktur ekonomi kerakyatan. Menurut data dari Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kemenperin, industri ini menyerap hingga 200.000 tenaga kerja. Sementara berdasarkan data BPS tahun 2020, tercatat terdapat 5.946 pelaku industri batik dan 200 sentra Industri Kecil Menengah (IKM) yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengungkapkan bahwa batik Indonesia kini berhasil menembus pasar internasional yang lebih luas, mulai dari Afrika Selatan hingga Amerika Serikat.

“Afrika Selatan bahkan menjadi pasar terbesar ekspor batik saat ini. Selain itu, ekspor juga mengalir ke China dan negara-negara lainnya,” jelas Reni. Menurutnya, keberhasilan ini juga didorong oleh diplomasi budaya dalam berbagai event internasional, di mana batik sering digunakan sebagai busana resmi perwakilan Indonesia.

Dalam ekspor, batik Indonesia disesuaikan dengan selera pasar negara tujuan. Batik dengan warna alami dan tone yang lebih teduh cenderung lebih diminati oleh konsumen luar negeri.

Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan industri batik lebih lanjut, Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia akan menyelenggarakan Gerakan Batik Nasional (GBN) dan Hari Batik Nasional (HBN) pada 30 Juli–3 Agustus 2025 di Pasaya Blok M, Jakarta.

Mengusung tema “Broak Batik”, acara ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan inovasi, serta memperkuat posisi batik sebagai identitas budaya dan produk unggulan ekspor.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

buku primbon jawa

Kelahiran Sabtu Wage: Air Kehidupan yang Mengalir Kuat dan Berwibawa

Era Soekamto terima penghargaan UNESCO

Era Soekamto Raih Penghargaan UNESCO, Teguhkan Komitmen untuk Batik Dunia