https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Batik Rifa’iyah: Warisan Budaya Takbenda dari Batang yang Bangkit kembali

Batik Rifa’iyah Batang raih status WBTb pada 7 Oktober 2025. Motif santri Rifaiyah, kini bangkit dengan edukasi & produksi.

Batik Rifa’iyah adalah jenis batik khas Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang berkembang dalam komunitas pengikut ajaran Syekh KH Ahmad Rifa’i, pendiri ormas Rifaiyah. Ajaran beliau yang lahir di Kendal tahun 1786 mempengaruhi tradisi santri yang kemudian mencipta batik dengan karakter khas—tanpa motif makhluk hidup, banyak menggunakan pola geometris, flora, dan simbol alam. Komunitas batik ini bermukim di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, yang kemudian dikenal sebagai Kampung Batik Rifa’iyah.

Batik Rifa’iyah Batang raih status WBTb pada 7 Oktober 2025. Motif santri Rifaiyah, kini bangkit dengan edukasi & produksi.
Batik Rifa’iyah Batang raih status WBTb pada 7 Oktober 2025. Motif santri Rifaiyah, kini bangkit dengan edukasi & produksi.

Motif-motif Rifa’iyah kini terdokumentasi sebanyak minimal 16 motif, antara lain Banji, Tambal, Pelo Ati, Materos, Kotak Kitir, Gemblong Sak Iris, dan Pecinan. Ciri khas lain adalah pewarnaan yang cenderung alami—warna cokelat, krem, hitam—dan teknik tulis yang mengutamakan nilai estetis dan simbolik.

Pengakuan dan Kebangkitan

Pada 7 Oktober 2025, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan Batik Rifa’iyah sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Penetapan ini memacu semangat para perajin untuk menghidupkan kembali kerajinan yang sempat terancam punah karena minimnya regenerasi. Perajin terkemuka, Miftakhutin, yang berada di Kalipucang Wetan menyatakan:

“Batik Rifa’iyah sebenarnya sudah ada sejak lama, tetapi baru belakangan ini mampu bangkit kembali dan menjadi buah bibir di Batang dan mancanegara. Kami akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pengakuan ini dapat mengembalikan kejayaan Batik Rifa’iyah seperti sediakala.”

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang mendukung pengakuan ini dengan rencana memasukan Batik Rifa’iyah sebagai muatan lokal di sekolah dasar dan menengah.

Para perajin motif batik rifaiyah
Foto: inewspantura.id

Makna Filosofis dan Seni

Penelitian mengungkap bahwa motif-motif Batik Rifa’iyah mengandung makna filosofis yang erat kaitannya dengan ajaran spiritual komunitas Rifaiyah. Bentuk motif terbagi ke dalam motif utama, motif pendukung, dan isen-isen (ornamen halus), yang terinspirasi dari kondisi alam di Batang—seperti tumbuhan, gelombang laut, tanah merah pesisir Utara Jawa. Selain itu, proses membatik Rifa’iyah terkadang diiringi kidung atau syair dalam bahasa Jawa atau Arab yang berisi nasihat moral dan religi.

Tantangan dan Upaya Revitalisasi

Meskipun memiliki keunikan tinggi, Batik Rifa’iyah menghadapi beberapa hambatan: regenerasi perajin yang terbatas, persaingan dengan batik massal, serta kurang nya eksposur di pasar nasional dan internasional. Untuk mengatasinya, komunitas batik dan pemda setempat mulai membuka pelatihan membatik secara sukarela, mengembangkan kampung wisata batik di Kalipucang Wetan, serta mendokumentasikan motif dan proses produksi secara sistematis.

Peluang Masa Depan

Dengan status WBTb, Batik Rifa’iyah kini memperoleh peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan publik dan institusional. Pengenalan di sekolah-sekolah sebagai muatan lokal dapat memperkuat regenerasi. Eksportasi dan kolaborasi desain juga membuka jalur pemasaran baru. Miftakhutin optimis bahwa melalui sinergi antara perajin, pemerintah, dan penyokong budaya, Batik Rifa’iyah akan kembali menjadi kebanggaan Batang dan Indonesia secara umum.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Katura, maestro batik Trusmi, jaga motif Cirebon lewat teknik merawit, sanggar edukatif, dan inovasi desain untuk warisan yang lestari.

Katura — Maestro Batik Trusmi: Seni, Pendidikan, dan Warisan yang Mengharumkan Batik Indonesia

Waleran: teknik batik gradasi yang buat mega mendung hidup—perpaduan keterampilan, warna bertingkat, dan identitas budaya yang layak dilindungi.

Waleran: Seni Gradasi yang Menghidupkan Mega Mendung