Ya, ijon produksi dalam batik itu ada, dan cukup umum terjadi , terutama di level perajin batik tradisional atau UMKM.

Apa Itu Sistem Ijon
Ijon adalah sistem “pesan dulu, bayar di depan sebagian, produk dikirim belakangan.”
Dalam konteks batik, artinya: Pembeli atau pengepul memberikan uang muka kepada perajin batik untuk membuat batik sesuai pesanan, lalu perajin menyelesaikan batiknya dan sisanya dibayar saat kain/jasanya selesai.
Kenapa Sistem Ijon Terjadi dalam Produksi Batik?
| Alasan | Penjelasan |
| Modal produksi minim | Perajin butuh dana awal untuk beli malam, kain mori, pewarna |
| Proses batik lama | Terutama batik tulis: bisa 1 minggu hingga 1 bulan, jadi butuh jaminan pesanan |
| Risiko tidak laku tinggi | Ijon menjamin ada pembeli di akhir |
| Hubungan langganan | Pengepul dan perajin punya relasi jangka panjang, saling percaya |
Contoh Praktis: Seorang pengusaha butik batik modern memberi DP ke perajin di Pekalongan untuk membuat 50 lembar batik tulis motif custom. Perajin mulai produksi pakai uang muka itu. Setelah selesai, sisa pembayaran dilunasi, lalu produk dikirim.
Risiko & Tantangan Ijon:
- Harga jual bisa ditekan oleh pihak pemodal
- Perajin sering tidak punya kuasa atas harga
- Bisa jadi bentuk ketergantungan ekonomi jangka panjang
Solusi Agar Lebih Adil:
- Digitalisasi dan marketplace: perajin bisa jual langsung ke konsumen
- Koperasi atau komunitas batik: memotong peran tengkulak
- Pendanaan mikro kreatif: investor budaya, crowd-funding batik, pre-order sistemis
Kalau kamu sedang membangun usaha batik dan ingin sistem produksi yang sehat dan fair, maka siapkan:
- Skema pre-order tanpa merugikan perajin
- Pitch deck buat cari investor batik
- Sistem pembukuan produksi berbasis ijon
Selamat mencoba!

