https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

KISAH 1001 NOVITA YUNUS PEMILIK BRAND BATIK CHIC

Batik Chic milik Novita Yunus merupakan brand batik ternama yang sering tampil di berbagai perhelatan fashion show terkenal di Indonesia. Melalui brand ini, Novita Yunus mendapatkan jalan terang bisnisnya berkembang hingga 15 tahun lamanya.

Di The Dharmawangsa Hotel Jakarta (23/11), Novita Yunus menggelar press conference sekaligus peluncuran buku kiprahnya dengan batik dan wastra Nusantara yang berjudul “Melukis Negeri Dengan Benang.”

Pada sesi tanya jawab, Batiklopedia.com menanyakan tentang kisah-kisah unik Batik Chic dalam kurun 15 tahun dirinya berkarya. Ia pun menceritakan awalnya masuk dalam dunia kerajinan batik.

“Aku awalnya adalah banker. All my life, 15 tahun aku kerja di bank. Karena memang it’s my dream job.”

Ketertarikannya terhadap batik dilatari oleh pengetahuan akan batik yang pernah dimilikinya. Awalnya adalah membuat kerajinan tas batik. Lantaran hal tersebut, ia memutuskan untuk fokus dalam produksi tas batik.

Nah, kenapa aku tiba-tiba bikin tas batik? Karena aku jadi single parent dan aku ingin bersama anak-anakku ada di rumah dan bisa bekerja dari rumah. Kenapa batik? Karena aku waktu kecil itu oleh mamaku sudah dikenalkan dengan batik ber-culture Yogya, meski aku sendiri bukan orang Yogya.”

Perihal dirinya ingin mengembangkan tas batik dilatari oleh masih langkanya produk tas batik pada saat itu.

“Aku menemukan model tas batik yang biasanya ada di Malioboro. Aku ingin lebih serius penggarapannya, yang keren dan bisa dipadu-padankan. Jadi mulai itulah aku bikin tas pertama.”

Tidak disangka, tas pertamanya langsung booming.

“Karena aku kerja di banking, segmennya aku udah dapat, network-nya juga dapat. Dan saya tahu orang-orang yang sering pakai batik. Jadi langsung tuh masuk ke target marketnya.”

Kisah 1001 Malam

Novita Yunus pernah mengalami hal-hal yang tak mengenakkan dalam karirnya mengusung Batik Chic.

Ya, banyak ditiru desain tas batikku. Ada juga yang (maaf) menitipkan anaknya untuk belajar bisnis batik. Setelah bisa, tiba-tiba semua anak buahku ‘bedol desa‘.”

“Juga pada saat pameran di luar negeri, aku mendapatkan pesanan 1000 tas batik. Tapi batik yang digunakan adalah batik Malaysia. Aku nggak mau bikin meski itu besar uangnya.”

Selang beberapa hari penolakannya, dirinya mendapat tawaran lain akan dibeli hasil desain tasnya untuk diproduksi 1000 buah perhari. Yang menjadi pertanyaannya adalah desain tas buatannya kelak akan diproduksi di China yang kemudian dipasarkan kembali di Indonesia.

Kisah ini disebutnya 1001 malam, selang sehari penolakannya membuat tas dari batik Malaysia, ditawari hari selanjutnya akan dibeli desainnya untuk produksi di China.

“Tapi aku galau dan nggak rela kok diproduksinya di China. Hingga akhirnya aku minta waktu untuk memikirannya.”

Inspirasi kisah tersebut menguatkan tekadnya untuk menggenjot produksi tas batik lebih banyak lagi. Novita Yunus melakukan perjalanan kunjungan ke beberapa tempat, mulai dari Tajur, Bogor hingga Surabaya. Di situ dirinya mengajak perajin tas untuk memenuhi target produksinya.

“Setelah dua minggu with my own cost, aku datang dan aku bilang. Aku ambilin, aku yang bikin aja dengan mitra-mitra-mitra yang akan membantuku di project 1001 malam itu.”

Novita Yunus meyakinkan bahwa semua orang bisa suka batik, tetapi untuk menyukai batik, harus dimilikinya sendiri.

“Untuk menyukai batik, Anda harus membelinya lebih dulu. Di situ akan terasa bagaimana rasanya memilikinya, dan bagaimana dukungan Anda terhadap UMKM batik.”

“Dari pengalaman saya berpergian memperkenalkan batik baik ke luar negeri maupun dalam negeri, yakinlah pasar batik terbesar itu ada di dalam negeri. Di luar sana, kebutuhannya adalah edukasi tentang batik,” pungkasnya.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Pokja PWI Walikota Jakarta Timur Sambangi Kantor Satpol PP Jakarta Timur

KASATPOL PP JAKTIM TERIMA KUNJUNGAN POKJA PWI WALIKOTA JAKARTA TIMUR

Sarinah Gelar Kedua Kalinya Panggung Karya Nusantara

PANGGUNG KARYA NUSANTARA DIGELAR KEDUA KALI OLEH SARINAH