Batik Gobang turut dalam Indonesia Fashion Week 2024 yang mengusung tema Menganyam Langgam Jakarta. Menampilkan koleksi motif batik Jakarta dengan warna-warna alami, Batik Gobang ingin menunjukkan eksklusifnya batik Jakarta dengan warna dasar batik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi salah satu ajang fesyen tahunan terbesar di Indonesia, “Indonesia Fashion Week 2024”, yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem fesyen lokal.
Dalam acara “Opening Indonesia Fashion Week 2024” yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Sandiaga mengungkapkan industri fesyen di Indonesia menyumbang 17,6% dari total nilai tambah ekonomi kreatif bagi perekonomian negara yang mencapai Rp225 triliun.
Dari 25 juta lapangan pekerjaan yang diciptakan oleh sektor ekonomi kreatif secara keseluruhan, industri mode telah menciptakan 17% di antaranya. Kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor di sektor ekonomi kreatif adalah mode, yang mencapai $16,5 miliar pada tahun 2022.
“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi Indonesia Fashion Week yang senantiasa menampilkan keindahan tekstil Indonesia sekaligus menjadi ajang untuk memperkokoh posisi Indonesia di industri mode, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Sandiaga.

“Mari kita dorong para pelaku di sektor kreatif untuk lebih fokus meningkatkan kualitas produknya. Semoga ini menjadi bekal menuju Indonesia Emas 2045,” imbuh Sandiaga.
Indonesia Fashion Week 2024 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada 27 hingga 31 Maret 2024, menampilkan 300 perancang busana, 18 peragaan busana, 400 stan, eksibitor, talk show, trunk show, dan beragam pengalaman kuliner.

Dalam penyelenggaraannya, Indonesia Fashion Week yang digagas Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mendapat dukungan dari berbagai pihak antara lain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Tema Indonesia Fashion Week ke-11 adalah “Langgam Jakarta Teranyam”, atau dalam bahasa Inggris disebut “Woven Jakarta Style”, di mana tekstil budaya dan pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disorot dan diterjemahkan dalam karya mode.

“Langgam Jakarta Teranyam” memadukan sejarah dan adat Melayu, Tionghoa, Arab, dan Eropa untuk menciptakan kaleidoskop budaya Betawi berbasis mode yang mewujudkan konsep persatuan dalam keberagaman.
Poppy Dharsono, Presiden Indonesia Fashion Week, menyatakan bahwa sejak awal, Indonesia Fashion Week telah menjadi platform utama yang menampilkan karya-karya terbaik industri mode Indonesia.
“Kami bangga mempersembahkan beragam karya memukau dari para pelaku dunia mode. Mulai dari tekstil warisan budaya, seperti batik, ikat, lurik, songket, bordir, hingga material eksklusif seperti kulit, perhiasan emas dan perak, mutiara, tas, sepatu, produk kecantikan, dan masih banyak lagi,” kata Poppy.

Menurut Poppy, Indonesia Fashion Week bukan sekadar pameran, tetapi juga perayaan kreativitas mulai dari kriya hingga produk fesyen. Selain itu, Indonesia Fashion Week juga berfungsi sebagai ajang promosi, branding, pengenalan, dan jejaring.

Mendampingi Menparekraf adalah Fransiskus Handoko (Direktur Penyelenggaraan Kegiatan Nasional dan Internasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan Yuke Sri Rahayu (Direktur Industri Kuliner, Kriya, Desain, dan Mode Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

