Desainer muda Indonesia Barli Asmara, yang telah melanglang buana ke seluruh penjuru dunia berkat imajinasi dan karyanya dalam fashion, melirik motif batik Tarakan untuk dijadikan bahan pembuatan busana untuk dipamerkan pada ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2016, 18-22 Agustus mendatang.
Motif batik karya dua seniman batik Tarakan, Antok Gondrong dengan karya motif batik Pakis Asia dan Soni Lolong yang mengkreasikan batik khas Tarakan dengan motif d’erte-nya, dilirik Barli untuk pameran tersebut. Ini dilatari oleh motif batik Tarakan memiliki keunikan dasar pewarnaan yang menggunakan bahan alami yang berasal dari pohon bakau dan beberapa tanaman endemis pulau Tarakan.
Selain itu, motif khas yang menonjolkan motif kearifan lokal bumi Paguntaka juga menjadi daya tarik Barli. “Kami menggunakan semua bahan alam di sekeliling kita untuk membuat batik khas Tarakan. Selain penggunaan bahan dasar, motif khas yang menonjolkan kearifan lokal Bumi Paguntaka ini juga menjadi daya tarik mas Barli untuk meminta bahan dari kita untuk dibuat sebuah karya yang akan di pamerkan dalam JFW 2016 di Jakarta nanti,” kata Antok.
Dijelaskannya, ia membuat batik dengan dua macam bahan. Yang pertama dari alam dan sentetis untuk mengikuti perkembangan zaman. Untuk bahan membatik dari alam di antaranya menggunakan kulit bakau, kulit kayu mangga, kulit kayu mahoni, daun ketapang, dan semua tumbu-tumbuhan yang dapat menghasilkan warna natural.
Lebar dan panjang batik yang dipesan desainer kelas international ini standar seperti batik pada umumnya. Yaitu panjang 200 sentimeter, dan lebar 115 sentimeter.
Sumber: Pro Kaltara

