Pameran Batik Bordir dan Aksesori Fair di Grand City Convex digelar sejak 11 Mei hingga 15 Mei 2016 lalu. Merupakan kerjasama PT. Debindo dan Disperindag Jatim, acara ini merupakan kegiatan tahunan yang telah diadakan sejak 2006 lalu. Kali ini mengusung tema “The Best Typical Fashion of Indonesia for The World. Event ini dibuka oleh Gubernur Jawa Timur.
Produk yang dijajakan dalam pameran ini meliputi baju, celana, kain batik, songket, aksesoris, sepatu, dan tas. Ketua Penyelenggara, Dadan Koeshendarman selaku Direktur Utama PT Debindo mengatakan, animo masyarakat untuk mengenakan batik sangat tinggi. “Kalau tahun lalu target omzet Rp 5,25 miliar, tahun ini Rp 6,3 miliar. Belum lagi, pekan depan ada pekan Swadesi yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, yang setiap harinya harus mengenakan batik,” ungkapnya.
Event dibuat di Grand City Convex, Surabaya. Bau malam cair, bahan pembuatan batik, tercium cukup menyengat. Kepala Disperindag Jawa Timur, Muhammad Adi, mengatakan, acara ini sudah mengalami banyak ujian yang bertubi-tubi sehingga setiap tahunya menjadi lebih baik lagi. “Saat ini Pemerintah Daerah terus mendorong dan memasarkan produk-produk unggulan dalam Negeri khususnya Jawa Timur untuk bersaing di Nasional maupun Internasional. Batik Bordir, kulit, dan perhiasan saat ini menjadi produk unggulan Jawa Timur,” paparnya.
Ia menambahkan, batik Jawa Timur memiliki kekhasan dibanding batik lain. “Maka dari itu, bisa kita lihat bahwa grafik pendapatan masyarakat dan UKM setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, dan ini perlu dikembangkan terus,” jelasnya.
“Pertama adalah inovasi karya agar berbeda dengan produk lain. Kedua, harga harus sesuai kualitas produk. Terakhir adalah distribusi dan pelayanan kepada konsumen,” imbuhnya.
Sumber: surabaya.tribunnews.com

