Kakek yang membiayai dirinya kuliah wafat ketika dirinya memasuki semester dua di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Kehidupan keluarganya berkekurangan dibantu kakeknya dalam pendidikan dirinya. Tanggal 30 April 2016, UKWMS melepas 499 wisudawan termasuk dirinya. Ke-499 wisudawan tersebut terdiri dari Strata 3, 17 wisudawan Strata 2, 464 wisudawan Strata , dan 14 wisudawan jenjang Diploma 3.
Dionisius Novan Andriantor namanya. Ia asal Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS yang terpilih dalam 17 wisudawan berprestasi akademik terbaik dan delapan wisudawan UKWMS aktif berprestasi terbaik. Dirinya pun meraih gelar wisudawan aktif berprestasi dengan mengantongi poin keaktifan mahasiswa paling tinggi di samping IPK-nya yang juga tergolong tinggi, 3.63.
Di balik perolehan gelar tersebut, ternyata ada tujuan tersembunyi dirinya yang diungkapnya sehari jelang wisuda. Ia sempat nyaris berniat mengundurkan diri karena wafatnya kakek yang membiayai kuliahnya. Namun kemudian diurungkan. Aktifnya turut di kegiatan-kegiatan kampusnya tidak didasari oleh mencari pengalaman semata, tetapi juga agar ia dapat konsumsi dan makan gratis.
Novan didaulat bicara oleh Rektor UKWMS Drs Kuncoro Foe GdipSc Phd pada konferensi pers sehari sebelum perhelatan wisuda digelar. Ia pun berujar mengagumi pada para wisudawan yang diundang di konferensi pers jika perjuangan anak didiknya tidak ada yang sia-sia. “Orang-orang hebat itu akan muncul dari buah hasil perjuangan,” cetus Rektor UKWMS tersebut.
Wisuda UKWMS periode I 2016 diselenggarakan di Ballroom Shangri-La Hotel Surabaya.
Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2016/04/29/kisah-wisudawan-terbaik-ukwms-nyaris-berhenti-kuliah-gara-gara-kakek-meninggal-dunia?page=2

