Perang Diponegoro yang berlangsung dari 1825 – 1830 merupakan pertempuran terbesar Belanda selama masa pendudukannya di nusantara. Pertikaian tersebut mengakibatkan korban 8000 serdadu Belanda, 7000 serdadu pribumi pro Belanda, dan 200.000 jiwa orang pasukan Jawa pimpinan Pangeran Diponegoro.
Perang Diponegoro atau Perang Jawa tersebut selain berdampak politis, juga berdampak budaya. Ketika Pangeran Diponegoro ditawan Belanda dan dibuang ke Makassar, Sulawesi Selatan, simpatisan Pangeran Diponegoro tercerai-berai membentuk lingkungan barunya. Salah-satu lingkungan pengasingan yang ditandangi adalah Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah.
Najendra, seorang pengikut Pangeran Diponegoro yang menjadikan Sokaraja sebagai permukiman barunya kemudian menularkan tradisi dan budaya membatik. Pada masa itu kain mori sebagai bahan dasar kain untuk membatik ditenun secara manual dan sederhana dengan pewarnaan yang diambil dari alam seperti pohon tim dan mengkudu untuk warna jingga. Dan warna-warna soga pun dikembangkan sebagai warna khas batik keraton.
Motif batik Sokaraja atau juga dikenal motif batik Banyumasan didominasi warna-warna dasar kecoklatan dan hitam, yang dikenal pula dengan nama motif jonasan. Seiring perkembangannya, motif batik Sokaraja berkembang menjadi motif khas setempat seperti sidoluhung, Lumbon, Cempaka Mulya, Madu Bronto, Sekarsurya, Jahe Puger, Piring Sedapur, Sawunggaling, dan Satria Busana.
Di era kini, jumlah perajin batik Sokaraja menyusut oleh karena minat berkurang. Untuk batik Sawunggaling, sempat dipamerkan oleh desainer Iweth Ramadhan sebagai batik unggulan yang memiliki keindahan memikat asal Sokaraja. Batik Sokaraja di abad 19 dapat disejajarkan kualitasnya dengan batik Solo dan Ponorogo.
Simpatisan Pangeran Diponegoro yang enggan tunduk pada Belanda pasca Perang Jawa, melarikan diri ke berbagai daerah selain Sokaraja. Sebagian ada di Purworejo, Ciamis, Tulungagung, Mojokerto, Gresik, Surabaya, dan Madura. Di wilayah-wilayah tersebut tradisi dan budaya batik pun dikembangkan.
Sumber tambahan:
http://beritajogja.id/pengaruh-pangeran-diponegoro-terhadap-perkembangan-batik-di-jawa.html
http://www.banyumasku.com/indahnya-batik-banyumas/

