Cuaca yang tak menentu, berpengaruh bagi usaha yang mengandalkan alam. Salah satunya dialami oleh produsen batik Betawi yang beralamat di Jalan Terogong III, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Hal tersebut dituturkan oleh pemilk batik Betawi Terogong Siti Laela, yang jika hujan turun harus mengangin-anginkan dengan kipas angin atau tanpa bantuan sinar matahari. Padahal proses penjemuran matahari merupakan proses penting dalam pembuatan batik.
Terlebih ketika pesanan sedang banyak, kondisi cuaca sangat menentukan lama produksi. Jika sedikit, palingan hanya menunggu hingga matahari muncul.
Batik Terogong merupakan produsen yang menghasilkan batik dan motif khas Betawi dengan ragam corak seperti Monas, ondel-ondel, mengkudu dan lain sebagainya. Batik Terogong sudah sangat terkenal hingga mancanegara dan kini menjadi salah-satu destinasi andalan wisatawan untuk mengenal batik Betawi. Berdasarkan sejarah pula, dulunya kawasan Terogong sempat menjadi sentra batik dengan motif khas asal Jawa. Ketika industri tersebut sirna, Siti Laela bersama anggota keluarga berusaha untuk menghidupkannya.
Sumber Pelengkap: http://indonesiana.merahputih.com/budaya/2016/04/12/produksi-batik-betawi-terogong-terkendala-cuaca/40160/

