Kisah batik peranakan tak akan pernah habis untuk diulas. Pengaruhnya sangat kuat dan memperkaya produk lokal. Akulturasi budaya sangat kental terasa dan menghasilkan karya yang luar biasa. Di Museum Tekstil 18 – 19 Februari 2016 menggelar The Beauty of Chinese Art Influence on Batik.
Dibuka oleh Ibu Gubernur Veronica Ahok selaku Ketua Dekrasnasda DKI Jakarta, pameran tersebut mempresentasikan ragam motif batik lawas yang mengalami pengaruh dari kebudayaan asing hingga memperkaya ragam motif batik sebagai unsur murni tradisional Indonesia. “Saya akui baru mengenal batik lima tahun belakangan ini dan diberi pengetahuannya oleh ibu-ibu Dekranasda DKI Jakarta. tetapi saya langsung menyukainya dan berharap ada generasi muda yang bisa meneruskannya,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara tersebut. Ia menambahkan kegiatan pameran tersebut sangat bermanfaat untuk melestarikan budaya.
Hadir untuk memberikan edukasi batik, Hartono Sumarsono yang memiliki koleksi batik lawasan dengan pengaruh asing. Sedangkan di ruang-ruang Museum Tekstil lainnya, ragam batik dipajang untuk memberikan realitas kepada pengunjung bagaimana unsur peranakan mempengaruhi batik Indonesia. Di teras museum, digelar pula bazaar.

