
Djoko Suyanto
Marsekal TNI AU (Purnawirawan)
Djoko Suyanto adalah sosok penting dalam sejarah militer Indonesia. Ia menjadi satu-satunya Panglima TNI (2006–2007) yang berasal dari Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Lulusan AKABRI 1973 ini menorehkan perjalanan panjang di dunia militer, mulai dari penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II, Komandan Lanud Iswahyudi, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional, hingga dipercaya sebagai Kepala Staf TNI AU (2005–2006).
Puncak karier militernya adalah saat ia menjabat sebagai Panglima TNI, dengan pangkat terakhir Marsekal TNI AU (Purnawirawan). Tidak berhenti di situ, Djoko juga masuk jajaran kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2009–2014).
Tampil dengan Batik Lawasan Sogan
Di momen HUT Perip (Persatuan Istri Purnawirawan) yang digelar di kediamannya di Cikeas, Jawa Barat, Djoko Suyanto tampil berwibawa mengenakan batik tulis motif lawasan sogan. Pilihan busana itu tampak kian istimewa karena selaras dengan kain batik sogan yang dikenakan istrinya, Ratna Sinar Sari, selaku Ketua Umum Perip.
Pemakaian batik lawasan sogan dalam acara resmi ini tidak hanya menegaskan kecintaan Djoko Suyanto pada budaya bangsa, tetapi juga menjadi simbol kehangatan, kesederhanaan, dan kekuatan nilai tradisi.
Batik Lawasan Sogan dan Makna Filosofinya
Batik lawasan sogan dikenal sebagai salah satu motif klasik yang populer di Jawa. Warna cokelat sogan yang khas melambangkan ketenangan, kebijaksanaan, sekaligus kewibawaan. Pemilihan batik ini sangat sesuai dengan figur Djoko Suyanto yang dikenal tegas, sederhana, dan penuh kharisma.
Bagi masyarakat, kehadiran seorang tokoh nasional seperti Djoko yang tetap mengenakan batik lawasan sogan dalam acara penting memberi pesan bahwa batik bukan sekadar busana, melainkan identitas budaya Indonesia yang patut dijaga dan diwariskan.
Sumber: Majalah BATIK On Fashion

