https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Wagub DKI Rano Karno Kunjungi Puspa Nuswantara 2026, Tinjau Booth Perajin Batik dari Berbagai Daerah

Wagub DKI Rano Karno mengunjungi Puspa Nuswantara 2026, meninjau booth batik dan bertemu GKBRAA Paku Alam di JICC.
Wagub DKI Rano Karno mengunjungi Puspa Nuswantara 2026, meninjau booth batik dan bertemu GKBRAA Paku Alam di JICC.

Jakarta – Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta Rano Karno menghadiri hari pertama Pameran Puspa Nuswantara 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Rabu (8/7). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pelestarian batik sebagai warisan budaya bangsa sekaligus penguatan industri batik nasional.

Didampingi jajaran pengurus Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI), Rano Karno berkeliling mengunjungi sejumlah booth peserta pameran yang menampilkan beragam karya batik dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menyempatkan diri berdialog dengan para perajin dan pengusaha batik untuk mendengarkan perkembangan industri sekaligus tantangan yang mereka hadapi.

Dalam kunjungan tersebut, Rano Karno juga bertemu dengan Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam yang pada hari pembukaan secara resmi meluncurkan Batik Puspawicitra Pakualaman melalui motif Puspawicitra. Pertemuan tersebut berlangsung hangat di sela-sela rangkaian pembukaan Puspa Nuswantara 2026.

Wagub DKI Rano Karno mengunjungi Puspa Nuswantara 2026, meninjau booth batik dan bertemu GKBRAA Paku Alam di JICC.

Pameran yang diselenggarakan APPBI pada 8–12 Juli 2026 ini menghadirkan ratusan perajin batik, pengusaha batik, serta pelaku industri kreatif dari berbagai provinsi. Selain menjadi ajang promosi dan transaksi produk batik, Puspa Nuswantara juga menjadi ruang edukasi mengenai sejarah, filosofi, dan proses pembuatan batik asli Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Umum APPBI Komarudin Kudiya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap batik asli Indonesia. Menurutnya, industri batik menghadapi tantangan akibat maraknya produk tekstil bermotif batik yang dipasarkan sebagai batik, sehingga diperlukan keberpihakan terhadap para perajin batik tulis dan batik cap.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai perbedaan batik asli dengan kain bermotif batik, sekaligus memperkuat perlindungan melalui Indikasi Geografis dan berbagai program peningkatan daya saing industri.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pratikno, menegaskan bahwa pelestarian batik membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat menjadi fondasi penting agar batik Indonesia tetap lestari, semakin berdaya saing, dan terus dikenal di tingkat internasional.

Wagub DKI Rano Karno mengunjungi Puspa Nuswantara 2026, meninjau booth batik dan bertemu GKBRAA Paku Alam di JICC.
Wagub DKI Rano Karno mengunjungi Puspa Nuswantara 2026, meninjau booth batik dan bertemu GKBRAA Paku Alam di JICC.

Kehadiran Rano Karno pada hari pertama pameran semakin memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pelaku industri, dan komunitas budaya dalam mendukung keberlanjutan batik sebagai identitas bangsa sekaligus penggerak ekonomi kreatif Indonesia.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Menko PMK Pratikno mengajak seluruh pemangku kepentingan berkolaborasi menjaga dan memajukan industri batik Indonesia.

Menko PMK Pratikno: Kolaborasi Seluruh Pemangku Kepentingan Kunci Memajukan Industri Batik Indonesia

GKBRAA Paku Alam meluncurkan Batik Puspawicitra dan tari pendampingnya di Puspa Nuswantara 2026, JICC Jakarta.

Ini Batik Puspawicitra Buatan GKBRAA Paku Alam