Pertanyaan tentang asal-usul alam telah menjadi bahan pemikiran para filsuf selama berabad-abad. Dalam tradisi Islam, salah satu tokoh yang memberikan penjelasan mendalam adalah Al-Farabi.
Menurut Al-Farabi, alam semesta muncul melalui proses emanasi atau pancaran dari Tuhan.
Teori Emanasi
Al-Farabi berusaha menjelaskan bagaimana alam yang beraneka ragam dapat muncul dari Tuhan Yang Maha Esa. Ia menggambarkan proses penciptaan sebagai rangkaian pancaran bertingkat yang melahirkan berbagai tingkatan wujud.
Meskipun konsep ini cukup kompleks, tujuan utamanya adalah menjelaskan hubungan antara Yang Satu dengan alam yang banyak.
Pengaruh terhadap Tasawuf
Pemikiran Al-Farabi kemudian memengaruhi tokoh sufi besar, Ibn Arabi. Dalam pandangannya, Tuhan merupakan Wujud Mutlak yang menjadi sumber seluruh keberadaan.
Ibn Arabi mengembangkan konsep tajalli atau penampakan diri Tuhan dalam berbagai tingkatan realitas.
Lima Tingkatan Tajalli
Menurut Ibn Arabi, proses penciptaan berlangsung melalui lima tahap penampakan yang bergerak dari alam metafisik menuju alam fisik.
Pandangan ini menjadi salah satu fondasi penting dalam tasawuf falsafi yang kemudian memengaruhi berbagai tradisi spiritual, termasuk Islam Jawa.
Pengaruh pada Sangkan Paraning Dumadi
Konsep asal-usul manusia dalam Sangkan Paraning Dumadi banyak dipengaruhi pemikiran tasawuf semacam ini. Manusia dipandang sebagai bagian dari perjalanan kosmik yang berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya.
Kesadaran tersebut mendorong manusia untuk hidup dengan lebih bijaksana dan tidak terjebak semata-mata pada urusan duniawi.
Sumber: Bab โHakikat Diri Manusia dalam Perspektif Ilmu Tasawufโ.
