https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Pre-Event BPA Fair 2026 Hadirkan Lelang Terbuka Aset Rampasan Negara di CFD GBK

BPA Fair 2026 hadirkan lelang terbuka aset rampasan negara dengan target Rp100 miliar dan edukasi publik di CFD Gelora Bung Karno.

Jakarta — Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI akan menggelar BPA Fair 2026 sebagai upaya memperluas transparansi pengelolaan aset rampasan negara sekaligus mendekatkan proses lelang kepada masyarakat luas. Sebagai langkah awal, digelar pre-event BPA Fair di kawasan Car Free Day (CFD) Gelora Bung Karno (GBK) pada 10 Mei 2026 sebelum acara puncak yang berlangsung pada 18–21 Mei 2026.

BPA Fair 2026 hadirkan lelang terbuka aset rampasan negara dengan target Rp100 miliar dan edukasi publik di CFD Gelora Bung Karno.
BPA Fair 2026 hadirkan lelang terbuka aset rampasan negara dengan target Rp100 miliar dan edukasi publik di CFD Gelora Bung Karno.

BPA Fair merupakan kolaborasi antara Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI dengan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang meliputi Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak lebih mengenal proses pelelangan aset hasil tindak pidana secara terbuka dan transparan. Kepala BPA Dr. Kuntadi, S.H., M.H. mengatakan bahwa selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami keberadaan maupun fungsi badan pemulihan aset.

“Kami sebenarnya sudah hadir sejak dua tahun lalu dan sudah banyak melakukan penjualan barang. Namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan maupun fungsi badan pemulihan aset ini. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin lebih membuka diri kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kuntadi, penyelenggaraan BPA Fair tidak hanya bertujuan memperkenalkan mekanisme lelang, tetapi juga mempercepat proses pemulihan kerugian negara dan pengembalian hak korban dari hasil tindak pidana.

“Acara ini kami adakan untuk mengukur kemampuan kami, mempercepat proses penjualan, sekaligus mendukung pemulihan keuangan negara dan pemulihan hak masyarakat,” katanya.

BPA Fair 2026 hadirkan lelang terbuka aset rampasan negara dengan target Rp100 miliar dan edukasi publik di CFD Gelora Bung Karno.

Dalam pre-event CFD tersebut, masyarakat dapat melihat langsung sejumlah barang yang akan dilelang, mulai dari kendaraan bermotor, tas mewah, perhiasan, logam mulia, hingga berbagai barang seni bernilai tinggi. Semua aset disebut telah melalui proses kurasi dan penilaian sebelum dipasarkan kepada publik.

BPA juga menyediakan layanan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat yang ingin mengikuti proses lelang. Pengunjung dapat langsung membuat akun lelang di lokasi acara dengan bantuan petugas yang telah disiapkan.

“Kegiatan utamanya tentu sosialisasi. Kami juga menyiapkan layanan pembukaan akun dan pendampingan bagi masyarakat yang belum memahami cara mengikuti lelang,” jelas Kuntadi.

Tak hanya itu, panitia juga menyediakan perangkat komputer dan petugas pendamping bagi masyarakat yang belum memiliki fasilitas atau belum memahami mekanisme bidding secara daring.

“Jadi tidak ada alasan lagi masyarakat tidak bisa mengikuti lelang kami karena semuanya sudah kami fasilitasi,” ujarnya.

BPA Fair 2026 hadirkan lelang terbuka aset rampasan negara dengan target Rp100 miliar dan edukasi publik di CFD Gelora Bung Karno.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Pemulihan Aset dan Dukungan Teknis BPA sekaligus Wakil Ketua Panitia BPA Fair 2026, Baringin, S.H., M.H., menjelaskan bahwa BPA Fair merupakan bagian dari strategi Kejaksaan RI untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan barang rampasan negara.

“Barang bukti yang sudah inkrah dan akan dilelang tentu memiliki nilai ekonomi. Karena itu kami ingin memastikan prosesnya transparan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa itu BPAFR dan apa tujuan kegiatannya,” katanya.

Menurutnya, pelelangan aset memiliki dua tujuan utama, yakni menjaga nilai ekonomis barang tetap tinggi sekaligus memaksimalkan pengembalian kerugian negara dan hak korban.

“Karena tidak semua barang bukti bisa disimpan terlalu lama. Nilainya harus tetap dijaga,” ujarnya.

Baringin menyebut, awalnya terdapat sekitar 400 aset yang dipersiapkan untuk dilelang. Namun setelah proses penilaian dan verifikasi, sekitar 300 aset dinyatakan siap dipasarkan kepada publik.

“Ada mobil, motor, tanah, rumah, perhiasan, emas, lukisan, patung, dan berbagai barang seni lainnya,” jelasnya.

Masyarakat yang ingin mengikuti lelang dapat mengakses katalog melalui situs resmi bpafair.com dan mengikuti proses registrasi sesuai jadwal aanwijzing yang telah ditentukan. Selain itu, BPA bekerja sama dengan DJKN melalui layanan lelang.go.id untuk mempermudah proses administrasi dan pembukaan akun peserta lelang.

Panitia juga membuka layanan contact center di nomor 0811-8119-1111 guna membantu masyarakat yang mengalami kesulitan selama proses registrasi maupun pelaksanaan lelang.

BPA Fair 2026 sendiri merupakan penyelenggaraan perdana dalam format expo terbuka untuk publik. Jika mendapat respons positif, kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda tahunan bahkan diperluas ke tingkat Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia.

“Kalau hasil evaluasi menunjukkan antusiasme masyarakat bagus, tentu akan kami jadikan agenda tahunan. Bahkan tidak menutup kemungkinan setiap Kejaksaan Tinggi nantinya diwajibkan menggelar BPA Fair,” kata Kuntadi.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, BPA menargetkan nilai transaksi lelang mencapai Rp100 miliar. Sementara secara keseluruhan, target pemulihan aset negara melalui PNBP pada 2026 ditargetkan menembus lebih dari Rp2 triliun. “Harapan kami pemulihan aset bisa di atas Rp2 triliun untuk dikembalikan kepada negara melalui PNBP,” pungkas Baringin.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Jawa Timur, membuat batik tulis motif terkunci. (ANTARA)

Apropriasi Budaya dalam Batik Jawa Timur dan Pergeseran Makna Motif

Banyuwangi Batik Festival 2025 Angkat Motif “Wader Kesit” sebagai Simbol Ketangguhan dan Adaptasi

Filosofi Batik Jawa Timur: Ketika Kain Menjadi Media Doa dan Identitas Budaya