https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Kemenbud Dorong Pariwisata Budaya dan Ekonomi Kreatif Berbasis IP

Kemenbud perkuat sinergi pariwisata budaya, ekonomi kreatif, dan IP untuk dorong sport tourism serta kolaborasi global.

Upaya memajukan kebudayaan Indonesia terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor dari hulu hingga hilir. Hal ini tercermin dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dengan Sapta Nirwandar di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, hingga olahraga berbasis kebudayaan. Dalam paparannya, Sapta Nirwandar membagikan pengalaman serta berbagai program berbasis budaya yang pernah dijalankan, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk pengembangan konsep sport tourism dan kerja sama internasional.

Fadli Zon menegaskan pentingnya komunikasi lintas sektor mengingat adanya irisan kuat antara kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ia menekankan bahwa penguatan sektor budaya harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan potensi hingga pemanfaatannya. Salah satu fokus utama adalah pengembangan kawasan bersejarah seperti keraton dan istana yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Kita bekerja di hulu, tengah, sampai hilir. Seharusnya pariwisata yang melewati kita,” ujarnya, menekankan bahwa kebudayaan harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan pariwisata nasional.

Selain itu, Fadli Zon juga menyoroti pentingnya pemanfaatan Intellectual Property (IP) dalam mengelola warisan budaya. Menurutnya, pendekatan ini dapat membuka peluang komersialisasi yang sehat tanpa mengabaikan nilai autentisitas dan etika pelestarian. Produk turunan budaya, seperti cenderamata berkualitas tinggi, dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperluas akses publik terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Gagasan kolaborasi internasional juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Sapta Nirwandar mengusulkan pengembangan kegiatan budaya lintas negara yang mengangkat kesamaan tradisi, seperti kerajinan berbasis bambu. Selain berperan dalam pelestarian lingkungan dan budaya, bambu dinilai memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri kreatif, mulai dari alat musik hingga produk inovatif seperti furnitur dan sepeda.

Pembahasan turut mencakup pengembangan pariwisata berbasis agama dan budaya melalui pemanfaatan situs-situs bersejarah seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Selain itu, konsep pariwisata olahraga juga menjadi perhatian, dengan contoh kegiatan seperti Tour de Singkarak dan Borobudur Marathon yang dinilai mampu mengintegrasikan budaya, olahraga, dan pariwisata secara efektif.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan, di antaranya Restu Gunawan, Ahmad Mahendra, serta I Made Dharma Suteja.

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan koordinasi secara intensif guna merumuskan strategi terbaik dalam mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya. Harapannya, langkah ini tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia di masa depan.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

UMKM BISA Ekspor capai USD 23,6 juta di awal 2026, dorong daya saing global lewat business matching dan perluasan pasar.

UMKM BISA Ekspor Tembus USD 23,6 Juta di Triwulan I 2026, Bukti Daya Saing Global Meningkat

Kemenbud dukung Waisak 2026 di Borobudur dengan konsep living heritage, perkuat nilai spiritual dan budaya nasional.

Kemenbud Dukung Waisak 2026 di Borobudur, Perkuat Konsep Living Heritage dan Wisata Spiritual