https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Archipelago Gelar Black Box Battle 2025, Chef dan F&B Service Adu Kreativitas di Aston Bogor

Kompetisi kuliner Archipelago Hotel, Black Box Battle 2025 hadir di Aston Bogor. Chef & F&B Service tampilkan inovasi makanan dan minuman.

Jakarta, — Archipelago, jaringan manajemen hotel terbesar di Asia Tenggara, kembali menggelar kompetisi kuliner Black Box Battle di Aston Bogor Hotel & Resort, Senin (25/8). Ajang ini menghadirkan 22 Chef dan 22 F&B Service dari Jakarta, Bogor, Banten, hingga Sumatra yang ditantang mengolah bahan-bahan rahasia dalam waktu terbatas: 60 menit untuk kategori makanan dan 30 menit untuk kategori minuman.

Vice President of Operations Archipelago, Winston Hanes, menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan makanan dan minuman di seluruh unit hotel.
“Kompetisi ini bukan hanya soal keterampilan memasak dan meracik minuman, tetapi juga ruang bagi para Chef dan F&B Service untuk berkembang, berinovasi, dan menghadirkan kualitas F&B yang istimewa bagi tamu,” ujarnya.

Dalam kategori Food Battle, peserta harus mengolah bahan utama berupa Gindara, Beef Ribeye, dan Silk Tofu. Juara pertama diraih oleh Aris Triyono dari fave hotel Padjajaran Bogor yang berhak atas Piala Charles Brookfield dan hadiah uang tunai. Juara kedua ditempati Febrian Sjarif dari Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center dengan Piala John Flood. Sementara posisi ketiga diraih Ari Gusti dari fave hotel Gatot Subroto yang membawa pulang piala favorit dan hadiah uang tunai.

Untuk kategori Beverage Battle, juara pertama dimenangkan oleh Micki Rizart dari Harper Premier Nagoya Batam dengan Piala Charles Brookfield. Juara kedua diraih oleh Ade Agung Firmansyah dari Grand Aston Puncak Hotel & Resort yang membawa pulang Piala John Flood. Sedangkan juara ketiga ditempati Ricky Rukmana dari The Alana Hotel & Conference Center Sentul City, yang meraih piala favorit. Archipelago menegaskan, kompetisi ini akan terus menjadi wadah kolaborasi, kreativitas, dan semangat talenta F&B dalam menghadirkan standar layanan yang lebih tinggi di industri perhotelan.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Dialektika batik: warisan budaya, identitas, dan inovasi. Tradisi dan modernitas berpadu, menjahit makna batik dalam sejarah Nusantara.

Dialektika Batik: Antara Tradisi, Identitas, dan Modernitas

Motif batik Geblek Renteng dihentikan penggunaannya. Alasan: sarat politis & kurang mencerminkan tradisi budaya Yogyakarta.

Geblek Renteng: Motif Khas Kulon Progo Yang Kini Berhenti Diproduksi