https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in ,

Kemenperin Soroti Maraknya Produk Batik Impor: Perlu Edukasi Masyarakat Soal Keaslian Batik

Kemenperin tegaskan batik impor bermotif hanya hasil printing, bukan batik asli. Edukasi publik jadi kunci lindungi industri lokal.

JAKARTA – Maraknya peredaran kain bermotif batik impor di pasar domestik menjadi tantangan serius bagi industri batik dalam negeri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa sebagian besar produk impor tersebut bukanlah batik asli sebagaimana definisi yang diakui di Indonesia.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenperin, Alexandra Arri Cahyani, menyatakan bahwa kain bermotif batik yang masuk dari luar negeri umumnya merupakan hasil cetak mesin (printing), bukan hasil proses tradisional seperti batik tulis atau cap.

“Memang banyak ditemukan batik printing (impor). Memang kami berusaha mengedukasi, ya,” ujar Alexandra dalam keterangannya di Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (28/7).

Menurutnya, batik yang diakui sebagai warisan budaya adalah batik tulis dan batik cap, atau kombinasi keduanya. Sedangkan kain printing dari luar negeri, meski bermotif serupa, tidak bisa disamakan sebagai batik asli Indonesia.

“Yang kami anggap batik itu hanya cap dan tulis atau modifikasi cap dan tulis. Jadi, mungkin batik-batik impor, tuh, kebanyakan printing, itu bukan batik,” tegas Alexandra.

Ia menambahkan bahwa Kemenperin terus mendorong produksi batik asli secara lokal, karena teknik pengerjaannya yang khas dan sulit ditiru mesin industri.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga menyinggung soal potensi masuknya batik impor dari Cina. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa produk bermotif batik dari Negeri Tirai Bambu mulai membanjiri pasar dalam negeri.

“(Cina sudah bisa produksi batik, batik cetak?) Iya. (Impor batiknya datang dari Cina?) Bisa jadi. (Sebenarnya itu bukan batik, mungkin itu hanya kain di motif batik itu bisa jadi?) Bisa jadi,” kata Agus saat ditemui di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2024).

Pemerintah menyadari perlunya edukasi publik agar masyarakat bisa membedakan antara batik asli yang dibuat dengan teknik tradisional dan kain bermotif batik hasil printing. Edukasi ini penting untuk melindungi keberlangsungan industri batik nasional yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.

Sumber: https://voi.id/ekonomi/499695/batik-impor-banyak-ditemukan-di-pasar-domestik-kemenperin-bilang-begini#google_vignette

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

**Meta deskripsi (140 huruf):** Batik bukan hanya soal membatik. Banyak peluang usaha di baliknya: kurator, desainer, fotografer, hingga pendongeng budaya.

Peluang-Peluang Usaha Batik: Bukan Hanya Sebagai Perajin

Archipelago latih warga Kampung Gasong cegah kebakaran dan donasikan alat pemadam api sebagai wujud kepedulian sosial dan lingkungan.

Archipelago Gelar Pelatihan dan Donasi Alat Pemadam Api untuk Warga Kampung Gasong