https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

16 Tahun Batik Chic, Tegaskan Misi Memodernisasi Wastra Indonesia

Batik Chic merayakan 16 tahun dengan fashion show “Timeless Threads of Tomorrow”, menegaskan komitmen merawat wastra Nusantara.

Nuansa elegan terasa hangat di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, saat Batik Chic merayakan ulang tahun ke-16 melalui perayaan bertema “Timeless Threads of Tomorrow.” Bukan sekadar selebrasi, acara ini menjadi penanda perjalanan panjang Batik Chic dalam menjaga wastra Indonesia tetap relevan lintas generasi, tanpa kehilangan jati diri tradisionalnya.

Di hadapan para tamu, Batik Chic menampilkan fashion show istimewa yang memadukan tradisi dan modernitas. Koleksi terbaru dari Batik Chic dan brand sister—NY by Novita Yunus, Tiraz, BC Home, hingga Simpul Sutra—menghidupkan kembali motif-motif pesisir, Jawa, dan Bali melalui pendekatan desain kontemporer. Koleksi seperti Threads of Heritage, Taman Ria, Midnight Obsidian, Midnight Blue, hingga Flower Harmony menjadi sorotan utama karena kemampuannya menerjemahkan wastra Nusantara menjadi gaya hidup masa kini.

Founder Batik Chic, Novita Yunus, dengan nada penuh syukur mengenang perjalanan yang dimulai pada 2009. “16 tahun ini bukan perjalanan singkat. Dari awal, saya ingin batik tidak hanya untuk acara formal, tapi menjadi bagian dari gaya hidup yang modern dan relevan,” ujarnya dalam sambutan, Sabtu (29/11/2025). Ia juga kembali pada memori masa kecilnya di Yogyakarta—tempat kecintaannya pada batik dimulai—melihat sang ibu berinteraksi dengan para perajin dan proses kreatif menggambar motif.

Kini, Batik Chic telah memiliki dua galeri di Jakarta dan Surabaya serta menggandeng 18 artisan captain termasuk jaringan di Singapura. Meski berkembang pesat, Novita menegaskan satu prinsip: bertumbuh secara organik. “Yang penting kualitas, bukan banyaknya outlet,” tegasnya.

Soal kondisi ekonomi, Novita justru melihat optimisme. Menurutnya, nilai batik meningkat seiring meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap proses dan kualitas. “Dulu harga karya kami mungkin Rp200 ribu. Kini bisa Rp1,5 juta karena orang makin menghargai prosesnya,” ujarnya.

Perayaan ini juga diperkuat dukungan berbagai sponsor, mulai dari Niavapark, Bank Mega, Wardah, Donahue, Manjusha Nusantara, Amandari Gallery, hingga Maharis Clinic—menunjukkan bahwa Batik Chic kini menjadi brand budaya yang modern, kolaboratif, dan dipercaya banyak pihak.

Foto: Kuncoro Widyo Rumpoko

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Dian Eka Harianti resmi pimpin Kelurahan Kebon Pala Jakarta Timur — warga berharap kepemimpinan baru bawa kebersihan, keamanan, dan harapan baru.

Lurah Wanita Pimpin Kelurahan Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur

Lesehan Batik APPBI menghadirkan diskusi hangat penuh filosofi, humor, dan visi masa depan batik Indonesia dalam suasana akrab di Yogyakarta. Romi Oktabirawa mengangkat isu ekonomi batik.

VIDEO: Ekonomi Batik Romi Oktabirawa