Sejarah batik di Indonesia memiliki kaitan erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit serta penyebaran ajaran agama Islam di Pulau Jawa. Meski batik sangat kental dengan Jawa, namun saat ini sudah banyak daerah yang membuat batik dengan ciri khas kedaerahan yang melekat. Tak terkecuali Belitung dan muncul kemudian batik Belitung.
Meski tak memiliki sejarah tersendiri mengenai batik, namun motif-motif batik Belitung yang dikembangkan pelaku UMKM sangat kental dengan ciri khas kedaerahannya. Bahkan beberapa motif batik Belitung telah terdaftar sebagai hak atas kekayaan intelektual (HAKI).
Biasanya, batik Belitung memiliki ciri khas berwarna cerah serta motif flora dan fauna yang bisa ditemui di negeri laskar pelangi ini. Sedikitnya ada enam motif batik Belitung yang populer, di antaranya:
Motif Daun Simpor

Motif batik daun simpor menjadi motif yang paling banyak dibuat pelaku UMKM Belitung. Daun simpor erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat karena sering digunakan sebagai pembungkus makanan.
Motif daun simpor ini biasanya digambarkan sebagai daun berbentuk agak lebar dengan tulang-tulang daun terlihat jelas, selain itu terdapat pula gerigi di pinggir dedaunannya. Motif daun simpor juga ditampilkan dalam beragam warna cantik dan menarik.
Bahkan motif ini semakin populer saat pernah digunakan Puteri Indonesia 2018, Sonia Fergina Citra saat mengikuti kegiatan tersebut beberapa waktu lalu.
Motif Keremunting

Keremunting adalah flora Belitung yang juga kerap dijadikan sebagai motif batik. Motif keremunting digambarkan sesuai dengan bentuk aslinya, yakni berupa motif buah keramuting yang berukuran kecil, ujung buang agak bulat, serta di ujung sisi lainnya memiliki bentuk bergerigi menyerupai mahkota.
Tak hanya menggambarkan buahnya saja, motif batik keremunting juga kerap digambarkan lengkap dengan bunga dan daunnya.
Kantong Semar

Motif batik Belitung khas menampilkan flora dan fauna yang digambarkan mirip dengan aslinya, sehingga motifnya dapat jelas terlihat.
Satu di antara motif batik yang banyak digemari yakni motif kantong semar. Motif ini digambarkan menyerupai tumbuhan aslinya yang memiliki kantong.
Motif Sahang

Selain timah, Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil sahang atau lada nasional. Oleh karenanya sahang juga kerap dijadikan sebagai motif batik khas Belitung. Biasanya motif ini menggambarkan bulir-bulir lada pada tangkainya, lengkap dengan daun-daun lada yang bentuknya menyerupai daun sirih.
Oleh karenanya sahang juga kerap dijadikan sebagai motif batik khas Belitung.
Biasanya motif ini menggambarkan bulir-bulir lada pada tangkainya, lengkap dengan daun-daun lada yang bentuknya menyerupai daun sirih.
Motif Tarsius

Motif batik Belitung memang kebanyakan dibuat dari flora atau tumbuhan, namun ada pula motif batik Belitung yang menggambarkan fauna atau hewan. Satu di antara hewan yang biasanya digambarkan sebagai motif batik Belitung yakni tarsius atau dalam bahasa lokal disebut pelile’an.
Tarsius pada motif batik menggambarkan hewan bermata besar yang hinggap di pohon.
Tarsius adalah primata kecil yang sering disebut sebagai monyet terkecil di dunia, meskipun satwa ini sebenarnya bukan monyet. Primata ini dijadikan motif batik lantaran populasinya yang semakin sulit ditemukan, Belitung sendiri salah satu daerah di Indonesia yang masih terdapat tarsius.
Motif Hewan Laut

Sebagai destinasi yang terkenal akan keindahan pantainya, membuat pelaku usaha batik juga berinovasi membuat batik bermotif hewan laut.
Kerang menjadi hewan laut yang paling banyak dijadikan motif batik. Tapi ada juga motif batik dari kepiting dan biota laut lainnya.
Diacara yang bertema From Babel to The World ini, dibuka dengan penampilan musikalisasi puisi G20 yang dibawakan oleh Diran Janggut, seorang seniman Asal Belitung.
Kemudian dilanjutkan dengan fashion show yang menghadirkan batik-batik khas Belitung dengan motif-motifnya yang beragam.
“Saya sangat bangga dengan apa yang sudah diberikan teman-teman di Belitung. Di fashion show tadi, menampilkan batik-batik ecoprint, terus ada motif daun simpor, kantung semar, dan tadi ada yang menggambarkan Rumah Adat Belitung,” ujar Pj Ketua Dekranasda Wilayah Bangka Belitung Sri Utami, dikutip dari babelprov.go.id.

