Sukabumi — Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) kembali meraih status Green Card dari UNESCO, predikat tertinggi dalam revalidasi empat tahunan.
Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi sekaligus Ketua Badan Pengelola CPUGGp, Ade Suryaman. Ia menyebut penghargaan ini sebagai kado istimewa pada Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155.
“Green Card dari UNESCO adalah kado terindah untuk masyarakat Sukabumi. Ini bukti kerja kolektif menjaga geopark membuahkan hasil,” ujarnya, Jumat (12/9).
Revalidasi dilakukan pada 30 Juni–4 Juli 2025 oleh dua perwakilan UNESCO, Bojan Rezun (Slovenia) dan Zhang Chenggong (Tiongkok).
Ade menegaskan capaian ini bukan akhir, melainkan awal dari tantangan baru. “Pengelolaan Geopark Ciletuh–Palabuhanratu harus semakin baik, melibatkan masyarakat, memajukan ekonomi lokal, dan menjaga warisan alam untuk generasi mendatang,” katanya.
General Manager CPUGGp, Aat Suwanto, menambahkan keberhasilan ini lahir dari kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat. “UNESCO melihat Geopark Ciletuh–Palabuhanratu bukan hanya indah, tetapi juga hidup dan tumbuh bersama warganya,” ungkapnya.
Selain CPUGGp, dua geopark lain di Indonesia juga memperoleh Green Card tahun ini, yaitu Geopark Rinjani (NTB) dan Geopark Kaldera Toba (Sumut).

