Akulturasi dan asimilasi budaya yang terdapat dalam sejarah batik pesisiran, sepertinya memberikan ilham bagi desainer satu ini mengangkat unity dari ragam budaya yang tersebar di seluruh Asia.
Konsep musik opera Beijing dalam tata acara panggung fashion show di JFFF 2015 yang dibuatnya, memboyong nuansa oriental ke atas panggung.
Ia berusaha menarik benang merah berbagai kebudayaan di Asia. Seperti menelusur busana qi pao dari Cina, ao dai dari Vietnam, dan kebaya atau baju bodo dari Indonesia yang tak memiliki kerah tinggi. Muncullah Gaun Batik bertajuk My Name Is Asia garapan Oscar Lawalata.
Batik pesisiran adalah jejak akulturasi tersebut. Motif yang diangkat adalah burung hong hingga bunga, dengan kecerahan warna khas pesisiran yang cerah.
Semuanya diaplikasikan dalam bentuk gaun panjang bersiluet mirip kebaya berbahan sutra, dan diantaranya menyisipkan kerancang dan bordir tangan. Selebihnya ia melengkapi dengan aksen draperi di beberapa bagian.









Batiklopedia.com

