https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Batik Medan, Tegas Nan Cantik

Foto: Screenshot Liputan 6

Kerajinan batik pastinya dikenal oleh masyarakat luas sebagai salah satu kesenian tradisional dari Jawa. Namun, kreasi kerajinan batik Medan ada.

Tempat pengrajin batik atau rumah batik tersebut bernama Ardhina yang beralamatkan di Gang Musyawarah, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan ini menghasilkan sebuah goresan kreasi batik etnis dari beberapa suku dan budaya di Indonesia.

Uniknya, tempat ini tidak hanya menjadi sentra pembuatan batik etnis saja, melainkan juga membuka kelas pelatihan membatik untuk kalangan kaum milenial. Batik yang masih cukup jarang digunakan oleh kalangan milenial ini nantinya bisa berpadu dengan gaya yang kekinian.

Melansir dari kanal Youtube Liputan6, produk batik etnik Medan ini sudah mencapai pasar internasional seperti ke Negeri Jiran Malaysia. Namun, setelah pandemi pada tahun 2020, omzet penjualan batik etnik ini sempat turun drastis.

Agar produknya tetap eksis di pasar lokal maupun internasional, rumah batik ini mulai membuka kelas membatik untuk generasi milenial. Dengan adanya kelas tersebut, diharapkan bisa menumbuhkan rasa kecintaan anak muda terhadap batik, menuangkan ide-ide yang kekinian sehingga bisa dituangkan dalam proses membatik.

“Lebih ke berinovasi sih, kita buat motif-motif batik yang terbaru dan bisa dicintai oleh kalangan anak-anak muda. Hal yang seperti inilah harus digalakkan lagi,” kata Sekretaris Perajin Batik Motif Medan, Dina Novita Siregar menguti dari kanal Youtube Liputan6.

Batik ini rata-rata masih digunakan oleh orang-orang dewasa. Untuk dikalangan anak muda sendiri masih jarang yang memakainya. Makanya, harus ada inovasi-inovasi agar pemuda kita lebih suka dengan batik,” tambahnya.

Dengan adanya kelas membatik tentu akan menambah ilmu pengetahuan khususnya terkait dunia batik. Terlihat sederhana, namun belajar membatik juga diperlukan ketelitian, kesabaran, dan kerapihan. Tak heran jika proses membuat batik sendiri bisa memakan waktu hingga satu minggu lamanya.

Tak hanya membuka kelas batik tulis, di rumah batik ini juga ada kelas untuk batik cap yang dalam proses pembuatannya cenderung lebih singkat yakni hanya memakan waktu 2 hari saja.

Proses batik cap lebih mementingkan keseimbangan kanan dan kiri agar penempatannya tepat. Sedangkan batik tulis mementingkan kerapihan,” ungkap salah satu pengrajin batik, Reskita.

Rumah Batik ini sudah mulai diminati oleh masyarakat khususnya di kalangan milenial. Hal ini karena motif batik etnik yang unik dan variasi pemilihan warna yang beragam menjadi daya tarik pembeli.

Selain warna dan motifnya yang kekinian, harga batik di tempat ini masih relatif terjangkau.

Warnanya cantik. Karena saya orang Medan maka saya memilih Batik Medan. Coraknya tidak nyolok gitu kan dan harganya pun masih standar,” kata seorang pembeli.

Sumber

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Batik Siger di Indonesia Fashion Week 2023

Batik Siger Tampil Minimalis Dan Ringan

batik pati

Batik Pati, Batik Khas Bakaran Warisan Nyai Banoewati Era Majapahit