https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

14 Motif Batik Jonegoroan dan Makna Filosofinya yang Jadi Kebanggaan Bojonegoro

Mengenal 14 motif Batik Jonegoroan lengkap dengan makna filosofi budaya dan potensi alam Bojonegoro. Ini motif-motifnya!

Batik Jonegoroan menjadi salah satu simbol budaya khas Kabupaten Bojonegoro yang terus berkembang sejak diperkenalkan pada tahun 2009. Keunikan batik ini terletak pada motifnya yang menggambarkan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Bojonegoro.

Mengenal 14 motif Batik Jonegoroan lengkap dengan makna filosofi budaya dan potensi alam Bojonegoro. Ini motif-motifnya!
Mengenal 14 motif Batik Jonegoroan lengkap dengan makna filosofi budaya dan potensi alam Bojonegoro. Ini motif-motifnya!

Hingga saat ini, Batik Jonegoroan memiliki 14 motif resmi yang masing-masing memiliki filosofi dan makna tersendiri. Motif-motif tersebut lahir dari festival desain batik yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai upaya membangun identitas daerah.

Salah satu motif paling terkenal adalah Rancak Thengul. Motif ini terinspirasi dari kesenian Wayang Thengul, seni pertunjukan tradisional khas Bojonegoro yang terbuat dari kayu. Motif ini melambangkan pelestarian budaya daerah agar tetap dikenal generasi muda.

Ada pula motif Sekar Jati yang menggambarkan pohon jati, salah satu kekayaan alam utama Bojonegoro. Pohon jati menjadi simbol kreativitas masyarakat dalam mengembangkan industri kerajinan kayu dan meubel.

Motif Pari Sumilak menggambarkan padi yang mulai menguning dan siap dipanen. Filosofi motif ini melambangkan harapan agar Bojonegoro menjadi daerah pertanian yang makmur dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain itu, terdapat motif Sata Ganda Wangi yang terinspirasi dari tembakau Bojonegoro. Tembakau dikenal memiliki aroma khas yang menjadi salah satu produk unggulan daerah sejak lama.

Motif Parang Dahana Manunggal mengambil inspirasi dari Khayangan Api, sumber api abadi yang menjadi objek wisata terkenal di Bojonegoro. Motif ini melambangkan semangat masyarakat yang dinamis dan terus berkembang.

Sementara motif Jagung Miji Emas menggambarkan hasil pertanian jagung yang melimpah di Bojonegoro. Jagung menjadi simbol harapan peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

Tidak hanya kekayaan alam, Batik Jonegoroan juga mengangkat legenda lokal melalui motif Mliwis Mukti. Motif ini terinspirasi dari burung belibis putih jelmaan Prabu Angling Dharma yang dipercaya sebagai tokoh legenda Bojonegoro.

Pada tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menambahkan lima motif baru bertema Agro Bojonegoro. Motif tersebut antara lain Belimbing Lining Lima, Pelem-Pelem Sumilar, Sekar Rosella Jonegoroan, Woh Roning Pisang, dan Surya Salak Kartika.

Motif-motif baru tersebut menggambarkan potensi pertanian dan perkebunan Bojonegoro seperti belimbing, mangga, rosella, pisang, dan salak yang menjadi produk unggulan daerah.

Keberagaman motif Batik Jonegoroan menunjukkan bahwa budaya lokal dapat berkembang melalui kreativitas masyarakat. Selain menjadi identitas budaya, batik juga menjadi media promosi potensi daerah kepada masyarakat luas.

Melalui Batik Jonegoroan, Bojonegoro berhasil menghadirkan warisan budaya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan filosofi dan makna kehidupan masyarakatnya.

Sumber Berita:
Hanif At Tanthowy dan Septina Alrianingrum, Ragam Motif Batik Bojonegoro Sebagai Upaya Membangun Identitas Daerah di Bojonegoro Tahun 2009-2014, AVATARA e-Journal Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya, Volume 3 Nomor 3, Oktober 2015.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Perjalanan batik Pasuruan menunjukkan bahwa tradisi dapat berjalan beriringan dengan inovasi. Ketika banyak industri tekstil berlomba memproduksi kain secara cepat dan massal, para pembatik Pasuruan justru mempertahankan proses alami yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi.

Jejak Batik Organik Pasuruan, Warna Alam yang Menembus Pasar Mancanegara